Reksa Dana (Mutual Fund)

Beberapa hari yang lalu ceritanya saya dan temen2 kuliah saya lagi seru ngomongin finance nih (buseet, engineer omongannya sampe sana juga yašŸ˜€ ). Kita ngomongin mulai perbankan syariah sampe macam2 investasi. Secara hari gini kayanya nabung doank tuh kuno. Bahkan Ligwina Hananto dalam bukunya “Untuk Indonesia yang Kuat” mengatakan bahwa :

Menabung itu berbahaya jika dilakukan dalam jangka panjang!

Kenapa sampe segitunya? Dan jawabannya adalah momok bernama INFLASI.Ā Dalam ilmu ekonomi, inflasiĀ adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu),Ā akibat tidak seimbangnya arus barang dan arus uang. InflasiĀ dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, atau adanya ketidak lancaran distribusi barang.Ā Dengan kata lain, inflasi merupakan proses menurunnya nilaiĀ mata uangĀ secara kontinu.

Dan Mba Wina *gw sok akrab* berkali2 menekankan bahwa kita ga perlu sekolah tinggi tentang finance buat ngerti bahwa inflasi itu nyata. Pernah inget ga kita dulu jaman SD ada jajanan namanya Krip-Krip, mie garing rasa keju yang bungkusnya kecil2 dan dihargai Rp 25,-! Gila kan, hari gini mana ada duit 25 rupiah bisa buat jajan?? That’s why saya ngerasa harus banget nih investasi, jangan sampe kita dihajar inflasi, kita harus melawan!! *apaan sih? :D*

Dari diskusi sama temen2, diantara kita ada yang pake reksa dana (RD), ada yang trading, dan ada juga yang belum ngerti, hehe.. Maklum, kita semua rata2 masih pada lulusan 2010 ato 2011, bahkan ada yang masih berkutat sama TA *ups* :p , jadi masih pada awam sama dunia investasi. Dan saya sendiri juga bisa dibilang baru banget nyemplung main dikit2 di investasi, dan pilihan saya jatuh ke RD, jadi kali ini saya akan bahas khusus tentang RD *sebatas pengetahuan saya yaa*šŸ˜€

Sedikit kutipan dari wikipedia menyebutkan demikian :

ReksadanaĀ adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasiĀ yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI)Ā ke dalam portofolioĀ investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uangĀ ataupun efek/sekuritiĀ lainnya.

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): ā€œReksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.ā€

RD ini sendiri mulai diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 1995 dan berkembang pesat mulai 1996. Sebagai sarana investasi, RD diharapkan bisa memudahkan masyarakat luas untuk berinvestasi di pasar modal. Nah lo? Pernah kebayang ga sih buat jadi investor? Jaman saya masih cupu kuliah, pikiran emang ga sampe kesana, yang ada cuman gimana lulus dan cepet dapet kerja. Dan sekarang jadi tahu, bahwa ternyata bekerja juga harus ada tujuannya. Nah tujuan lo kerja apa? Tujuan lo abis dapet duit apa?šŸ™‚

METODE INVESTASI

Kata Om Eko P. Pratomo dalam bukunya “Berwisata Reksa Dana” dalam berinvestasi ada 2 cara yang bisa kita pilih, yaitu :

  1. Investasi secara langsung, yaitu dengan menghubungi bank atau pialang (broker) untuk bertransaksi langsung ke dalam deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan saham.
  2. Ask the expert melalui RD, yaitu dengan memanfaatkan jasa manajer investasi (MI) yang merupakan suatu badan hukum dengan seleksi ketat dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), yang secara profesional akan menyediakan jasa pengelolaan portofolio investasi nasabah.

Nah, buat pilihan yang pertama kan kayanya ribet tuh, soalnya bakal banyak banget hal yang perlu benar2 kita kuasai, seperti pengetahuan dan kemampuan analisis instrumen investasi, analisis kondisi makro-ekonomi, dana investasi yang relatif besar, akses ke broker, dll yang serba ribet itu *otak belum nyampe*šŸ˜€.

Jadi ceritanya, si RD ini dibentuk oleh MI dan Bank Kustodian dengan akta Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dibuat notaris. Manajer Investasi disini berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke berbagai portofolio efek seperti yang sudah saya sebut di atas. Sementara itu, Bank Kustodian akan berperan sebagai penyimpan harta kekayaan (dana) atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi RD. Jadi kita ga perlu repot kan? Ibaratnya tinggal iuran rame2 trus dikelola sama para profesional, uda ga seberapa pusing2 mikirin hal2 yang ga perlu dipikirin engineer sibuk kaya kita lah *salah fokus*šŸ˜€.

JENIS-JENIS REKSA DANA

Trus, RD itu sendiri ada macem jenisnya, kita bisa pilih sesuai dengan tujuan finansial, apakah jangka pendek, menengah, atau panjang. Tabel di bawah ini menjelaskan jenis2 RD :

Dari tabel di atas, kita bisa tau kalo ada empat jenis RD :

  • Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), berinvestasi 100% dalam efek pasar uang yaitu efek utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun (SBI, deposito, dan obligasi dengan sisa jatuh tempo < 1 tahun).
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), berinvestasi minimum 80% pada efek utang, umumnya pada obligasi/sukuk
  • Reksa Dana Saham (RDS), berinvestasi minimum 80% pada efek saham.
  • Reksa Dana Campuran (RDC), berinvestasi pada kombinasi efek utang dan saham dengan alokasi yang tidak dapat dikategorikan pada ketiga jenis reksa dana di atas.

Dan ternyata masih ada satu lagi nih,

  • Reksa Dana Terstruktur, yang terdiri dari RD terproteksi, RD dengan penjaminan, dan RD indeks.

Hal penting dalam RD adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB) yangĀ merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana. NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu Reksadana setelah dikurangi biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada saat tersebut. NAB ini ditentukan (di-update) secara harian oleh pihak manajer investasi dengan mempertimbangkan keadaan pasar setiap harinya.

MANFAAT REKSA DANA

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:

  1. Dikelola oleh manajemen profesional
    Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.
  2. Diversifikasi investasi
    Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.
  3. Transparansi informasi
    Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.
  4. Likuiditas yang tinggi
    Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.
  5. Biaya Rendah
    Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.

Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.

RISIKO INVESTASI REKSA DANA

Satu lagi nih yang paling penting dalam investasi yaitu memahami risiko (risk). Untuk melakukan investasi Reksa Dana, kita harus mengenal jenis risiko yang berpotensi timbul apabila membeli RD. Risiko ini juga sangat berkaitan dengan karakteristik investor yang dibagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif yang biasanya nanti akan diketahui dari kuesioner yang harus diisi saat kita membeli suatu produk RD. Yuk kita mengenal berbagai jenis risiko biar kita bisa tahu juga gimana mengatasinya dan nantinya dicocokkan dengan karakteristik kita.

  1. Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan
    Penurunan ini disebabkan oleh harga pasar dari instrumen investasi yang dimasukkan dalam portofolio Reksadana tersebut mengalami penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penyebab penurunan harga pasar portofolio investasi Reksadana bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya akibat kinerja bursa saham yang memburuk, terjadinya kinerja emiten yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu, dan masih banyak penyebab fundamental lainnya.
  2. Risiko Likuiditas
    Potensi risiko likuiditas ini bisa saja terjadi apabila pemegang Unit Penyertaan reksadana pada salah satu Manajer Investasi tertentu ternyata melakukan penarikkan dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama. Istilahnya, Manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan dana secara besar-besaran) atas Unit Penyertaan reksadana. Hal ini dapat terjadi apabila ada faktor negatif yang luar biasa sehingga memengaruhi investor reksadana untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan reksadana tersebut. Faktor luar biasa tersebut di antaranya berupa situasi politik dan ekonomi yang memburuk, terjadinya penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten publik yang saham atau obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut, serta dilikuidasinya perusahaan Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana tersebut.
  3. Risiko Pasar
    Risiko Pasar adalah situasi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis. Istilah lainnya adalah pasar sedang mengalami kondisi bearish, yaitu harga-harga saham atau instrumen investasi lainnya mengalami penurunan harga yang sangat drastis. Risiko pasar yang terjadi secara tidak langsung akan mengakibatkan NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang ada pada Unit Penyertaan Reksadana akan mengalami penurunan juga. Oleh karena itu, apabila ingin membeli jenis Reksadana tertentu, Investor harus bisa memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio Reksadana itu sendiri.
  4. Risiko Default
    Risiko Default terjadi jika pihak Manajer Investasi tersebut membeli obligasi milik emiten yang mengalami kesulitan keuangan padahal sebelumnya kinerja keuangan perusahaan tersebut masih baik-baik saja sehingga pihak emiten tersebut terpaksa tidak membayar kewajibannya. Risiko ini hendaknya dihindari dengan cara memilih Manajer Investasi yang menerapkan strategi pembelian portofolio investasi secara ketat.

So, dengan pemahaman risiko kaya gitu, kita bisa tentuin dan berpikir seberapa besar toleransi kita terhadap risiko. Dan seperti yang dijelaskan pada tabel jenis RD, masing2 jenis RD punya risiko yang berbeda2, dimana semakin tinggi return berarti semakin tinggi juga risiko. Manajemen tingginya risiko juga bisa diatur dari jangka waktu investasi, dimana semakin tinggi risiko maka jangka waktu investasi akan semakin panjang untuk mengkompensasi faktor risiko tersebut. Dan mengutip kata2 Mba Wina :

Your Money, Your Life, You Decide!

Udahan deh ya segini dulu. Buat temen2 yang berminat RD, belajar bareng yuk! Buat temen2 yang uda jago, ajarin gw lagi yak?šŸ˜€ . Ceritanya weekend ini bakal ada seminar bahas abis tentang RD. Janji deh nanti diceritain gimana planning pensiun muda dengan reksa dana *wow!*šŸ˜‰

*sumber :

  • Hananto, Ligwina (2011). Untuk Indonesia Yang Kuat. Jakarta : Lentera Hati.
  • Pratomo, Eko P (2007). Berwisata ke Dunia Reksa Dana. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
  • Pratomo, Eko P dan Ubaidillah Nugraha (2009). Reksa Dana Solusi Perencanaan Investasi di Era Modern (Edisi Revisi). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
  • Ā Wikipedia (2011). Reksadana, <http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana> (diaksesĀ 11 Agustus 2011).
  • Wikipedia (2011). Inflasi, <http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi>Ā (diaksesĀ 11 Agustus 2011).

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on August 11, 2011, in Finance. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. So, kamu udah mulai? kalo udah? gimana cara mulainya? apa medianya? dan seperti apa hasilnya sekarang?

    • Tentu sudah, hahahašŸ˜€. Aku beli RD via Comm*nw**lth, disitu bank nya berperan sebagai perantara antara nasabah dengan produk2 RD. Jadi harus buka rekening di sono dulu, nanti beli RD nya bisa via inet banking.
      Atau kalo RD yg kamu minati ga dijual disitu, langsung aja berarti ke MI nya. Kaya Pan*n itu ga dijual di bank, harus langsung beli ke Pan*n Sekuritas..

  2. nice… berarti dah belajar produk2 mana aja dunk yaaa…
    trus bedain syariah atau bukan tau dari mananya?
    btw kamu mulai dari reksadana apa yach?

    • Kalo RD syariah biasanya terlihat dari namanya, ada kata2 seperti “syariah” atau “amanah” dsb.
      Saya mulai dari RD saham dan pend tetap, dan sampai sekarang masih 2 itu.
      Makasih ya sudah mampir… ^_^

  3. bocoran produknya dunk..šŸ˜›
    kamu neliti produk2 RD dulu gak? saya belum mulai niy, karena masih belum paham betul tentang RD.. khawatir juga untuk yang konvensional… kalo di Financial Planner hanya sampai RD saja belum dalam sampai ke produk dan cara kerja sampai tips2nya milih produk.. ktanya ada fee khusus tuwh.. hufff…

    • Analisisny gmn y, nanya2 temen, baca2 aja dr berita/artikel/forum, sama liat peringkat return dr infovesta, hehe, amatiran kok :p
      Oh ya, kl fin planner harus ada fee khusus lg kah bwt rekomen produk, hmm, kl setahu sy ada sih yg g harus pake fee khusus, mgkn tgntung fin planner nya kali y. Saya sndiri belum pake jasa fin planner :malu

  1. Pingback: Diversifikasi dan Manajemen Investasi « The Fantastic Life of Mine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: