Islamic Financial Planning

Pertama kali denger frasa di atas pasti kita uda menerjemahkan bahwa Islamic Financial Planning hanya diterapkan untuk masyarakat muslim. Ya, saya memang seorang muslim, tapi apakah IFP hanya untuk mereka yang beragama Islam? Let see more about “What Islamic Financial Planning is all about?”

Sebelum saya jelasin, mejeng dulu aaahh…… Ini hasil ikutan seminarnya Mba Wina, ehehehe😛

*foto sama bumil, biar ketularan😛 *

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya mengikuti seminar keuangan yang diadakan oleh sebuah perusahaan perencana finansial di Jakarta. Bertepatan dengan bulan Ramadhan 1432H, diadakanlah seminar keuangan yang membahas dasar-dasar perencanaan keuangan secara Islami. Apa yang dimaksud dengan cara Islami? Sebagaimana yang sebelumnya sudah marak yaitu  mengenai perbankan syariah, dimana Islam mengharamkan riba dan menghalalkan jual-beli. Bahkan aturan ini ga hanya diterapkan di negara Islam (negara dengan mayoritas muslim), tapi juga diterapkan di masyarakat barat yang berbasis sekular dan tidak mengenal aturan Islam. Hal tersebut dikarenakan konsep syariah yang sangat menarik yaitu berbasis tolong-menolong.

Sekarang ada lagi nih namanya investasi syariah juga. Kaya apa ya? Kebayang ga? Hehe… Saat pertama kali saya mengenal produk bernama Reksa Dana (RD), saya hanya berminat pada RD Syariah, karena kekhawatiran saya apabila uang saya diinvestasikan ke hal2 yang ga syar’i, misalnya perusahaan yang berhubungan dengan alkohol, perjudian, riba dan rokok. Cuman sekarang saya ga akan bahas RD syariah dulu, entaran deh🙂 .

Untuk memulai penjelasan tentang financial planning, yuk lihat dulu bagaimana cash flow kita pada umumnya :


Kalau sehari-hari kita menerapkan cash flow seperti di atas, tentunya sisa dari penghasilan kita ga menentukan? Kadang banyak dan kadang juga dikit ato malah habis sama sekali? Padahal kebutuhan kita nantinya bakal banyak banget lho! Seperti yang uda saya bahas di artikel sebelumnya, bahwa ada hantu bernama inflasi yang selalu membayangi masa depan kita. Bisakah kita nanti menyekolahkan anak-anak hingga ke jenjang universitas tanpa harus berhutang sana-sini? Bagi golongan menengah seperti kita, seharusnya ga akan terlalu sulit untuk merencanakan pola finansial sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan, baik sekarang ataupun nanti.

Coba kita lihat contoh sederhana mengenai salah satu tujuan finansial, yaitu dana pendidikan (dapend). Untuk dapend ini, asumsi tingkat inflasi per tahun adalah 20% (data QM Financial). Berikut ini adalah contohnya :

Nah lo, dari tabel di atas kita bisa lihat seberapa banyak yang akan kita butuhkan untuk masa depan pendidikan anak nantinya! Trus disitu ditekankan, berapa banyak yang harus kita tabung kalo mau ngelawan inflasi? Gila aja nabung per bulan sampe 9 jutaan gitu? Kalo saya sih bukan cuma ga makan, gaji aja ga nyampe segitu😀. Keliatan dong bedanya kalau kita invest, betapa jauh lebih ringan yang harus kita sisihkan tiap bulannya.

Dalam rangka saving atau investasi masa depan, ada beberapa macam produk yang bisa kita gunakan antara lain contohnya tabungan/deposito, asuransi, dan reksa dana. Ketiganya memiliki perbedaan karakteristik dan kita bisa memilih berdasarkan kebutuhan.

  1. Tabungan/deposito, merupakan produk perbankan yang cocok untuk investasi jangka pendek yaitu < 3th
  2. Asuransi, merupakan produk berbasis proteksi untuk mengantisipasi adanya risiko pada investasi
  3. Reksa Dana, merupakan produk investasi yang mengandung risiko. Terdapat beberapa jenis RD yang dapat digunakan untuk jangka waktu yang berbeda

Ternyata yaa, di dalam Islam pun diajarkan buat berinvestasi lho? Haha, baru tau deh karena ikutan seminar kemaren. Pernah denger dong cerita bagaimana Nabi Yusuf as menafsirkan mimpi raja bahwa akan terjadi paceklik selama 7 tahun dalam 7 tahun yang akan datang? Well, ini cerita klasik yang pasti temen2 muslim uda pernah denger dari bangku MTQ🙂.

Yusuf berkata, “Supaya kamu bertanam tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan, kemudiam sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit) kecuali sedikit yang kamu simpan”. (QS. Yusuf : 47-49)

So, dari gambaran yang dialami di negeri Nabi Yusuf itu, kita bisa menyimpulkan dong perlunya berinvestasi untuk mempersiapkan datangnya masa paceklik! Yaah, sayangnya kita ga bisa kaya beliau yg bisa nafsirkan mimpi gitu kan, hehe, makanya kita perlu melakukan tindakan preventif untuk “mengamankan” sebagian aset kita untuk diinvestasikan. Dengan demikian, Islamic Financial Planning ini merupakan proses mencapai tujuan hidup melalui manajemen keuangan secara terencana sesuai prinsip-prinsip syariah. Keren dong? Keren abis!😀

Trus, harusnya gimana dong kita ngatur cash flow biar bisa mencapai tujuan finansial? Ok, simak ilustrasi berikut ini :

Sekilas kelihatannya hampir sama ya? Cuman coba deh dilihat lagi. Pada gambar pertama, kita menggunakan penghasilan untuk segala macam keperluan bulanan, dan dana investasi diletakkan di bawah, ya kalo nyisa, kalo ngga gimana?😀 Sedangkan pada gambar di atas, kita harus bener2 set up prioritas, dan hutang lebih prioritas daripada zakat lho! Makanya yang punya kartu kredit, segera dibayar ya😛. Setelah zakat kita harus mengalokasikan sebagian dana langsung untuk investasi, baru deh dipake buat pengeluaran bulanan dan blanja-blanji baju, make-up, ke salon, ahahaha😀.

Sebenernya sih, dalam IFP ga terlalu beda dengan perencanaan keuangan biasa, yang membedakan hanya produknya. Produk-produk syariah memiliki beberapa persyaratan sebagai berikut :

  • No Riba
  • No Maysir (hal yang dekat dengan judi)
  • No Gharar (hal yang tidak pasti, spekulatif)
  • No Haram
  • No Maksiat

Sedangkan alternatif produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah antara lain adalah sebagai berikut :

Disamping itu, ada juga produk2 lain yaitu produk perbankan seperti tabungan dan deposito syariah, asuransi syariah, serta produk pembiayaan syariah seperti KPR, kartu kredit, dan kredit usaha yang berbasis syariah Islam. Asyik kan, mencapai tujuan finansial dengan cara halal? Insya Allah makin berkah, Aamiin… *bukan ceramah agama*😛

Dari penjelasan di atas, kita bisa pilih apa saja produk yang akan digunakan untuk mencapai tujuan finansial kita. Sebenernya bisa aja sih dipakai semua, tapi diversifikasinya harus jelas, produk investasi A untuk apa, dan B untuk apa. Yuk kita belajar mengelola keuangan demi masa depan yang lebih baik! Saya sudah mulai belajar, bagaimana dengan kamu? Berikut ini adalah kutipan dari presentasi Pak Mohammad Teguh ( bapak muda ini Financial Planner lulusan Al-Azhar lho, berasa inget Fachri AAC :P) :

Apakah Anda yakin rejeki itu dari Allah???

tapi masihkan Anda TIDAK mau mengelolanya dengan baik…??

Sumber :

  • Seminar “Better Life with Islamic Financial Planning” oleh Ligwina Hananto & Mohammad Teguh

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on August 12, 2011, in Finance. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. I ultimately want to open a music instrument business but to gain experience on running a business and managing money AND to gain money to open this business I want to become an account or financial advisor but can’t choose. An accountant would be stable but boring and being a financial advisor seems like kind of a risk so I’m wondering what should I do?.

  1. Pingback: Pensiun Dini dengan Reksa Dana « The Fantastic Life of Mine

  2. Pingback: What kind of shopping which is good for health and finance? « The Fantastic Life of Mine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: