Pensiun Dini dengan Reksa Dana

Hey, it’s Monday again and 15th day of Ramadhan . I’m gonnna tell you about my latest talk show (absolutely I’m not as a speaker! :D) about finance and especially invesment in mutual fund. Ok, stop, pake bahasa Indonesia aja ya. Jadi hari Sabtu ini ada seminar reksa dana yang diadain sama Kontan, salah satu media massa yang membahas bisnis & investasi. Seminar diadain di Menara Batavia, which is I didn’t know where it is😀. Pas ke Jakarta, saya nekat aja tuh turun di semanggi, abis itu clingak-clinguk ga tau harus kemana, jalaaaan aja ga jelas, akhirnya naik ojek, eh ternyata ga jauh2 amat. Maap yaa, jadinya malah curcol😛.

Talk show ini diisi oleh dua speaker yang menjadi inspirasi saya untuk berinvestasi di reksa dana. Eko P. Pratomo dengan bukunya “Reksa Dana, Solusi Investasi di Era Modern” adalah buku pertama yang saya baca dan sangat informatif mengenai reksa dana. Kemudian Ligwina Hananto, dengan “Untuk Indonesia Yang Kuat” yang juga bermanfaat sekali dalam menginformasikan bagaimana mengatur finansial keluarga agar pas dengan target2 yang ingin dicapai. I’m so lucky to attend this talk show, they’re my inspiration *halah*😀.

–numpang mejeng ya boo’ with Pak Eko Priyo Pratomo, dapet hadiah buku buat pertanyaan terbaik looh *curcol*😀 —

Pensiun. Apa sih artinya? Menurut KBBI, pensiun memiliki arti tidak lagi bekerja karena masa tugasnya sudah selesai. Dini menurut KBBI adalah seorang wanita muda yang sangat cantik, lemah lembut, baik hati dan tidak sombong. Jadi “Pensiun Dini” adalah wanita yang masih cantik namun berani memutuskan untuk pensiun di usia yang masih muda!😀 *jedyaaaarrrr*. Uda deh daripada ribet, kalian pasti uda tau kan yg dimaksud pensiun dini apaan? *daripada gw makin ngaco*. Dan sebenernya judul talk show nya Pensiun Muda dengan Reksa Dana, but for the sake of narcissism then it must be changed!😀

Dalam talk show ini, Mba Wina ngejelasin betapa jangan dianggap remeh investasi bulanan di RD. Kenapa? Wah, saya susah juga kalo suruh jelasin di blog, panjang cuuy😛. Singkatnya, dengan RD, kita bisa mencicil kebutuhan2 yang akan datang dengan jumlah yang jauh lebih kecil dibanding mengandalkan tabungan, seperti yang sudah pernah saya sampaikan pada artikel Islamic Financial Planning tentang dana pendidikan. Apa sih yang kita perlukan saat pensiun nanti (entah cepet ato masih lama)? Pastikan kita tetap punya penghasilan, karena kita ga pengen kan kalo uda pensiun cepet mati?😛 Disamping itu, ga pengen juga donk tar jadi beban buat anak2 nanti? Don’t be a trap for our children, karena mereka nantinya juga akan punya keluarga yang harus dibangun? Nah, itu kalo yang pensiunnya tepat waktu *emang uda tua maksudnya*😛. Tapi gimana kalo kita pengen pensiun di usia yang lebih muda, terlebih kalau kita masih punya anak usia sekolah/kuliah?

Ketika anda memutuskan untuk pensiun, (well, dalam pengertian saya pensiun ini berarti ga kerja kantoran, tapi masih tetep beraktifitas ya, kalo cuman dongo2 doank di rumah meskipun aset milyaran jg tetep cepet mati :D) pastikan anda siapin check list berikut ini :

  1. Asuransi Kesehatan
    • Pengganti fasilitas kantor
    • Pastikan seluruh anggota keluarga ter-cover
  2. Asuransi Jiwa
    • Gunakan jika anda udah punya anak yang harus dihidupi jika terjadi apa2
    • Pastikan memilih AsJi dengan bijak sesuai kebutuhan (rekomendasi : Term Life)
  3. Dana Darurat
    • Siapkan dana darurat minimal 12x pengeluaran bulanan
    • Simpan di tabungan/deposito/RD Pasar Uang
  4. Dana Pendidikan
    • Dapat dilakukan dengan investasi bulanan atau sekaligus
  5. Dana Pensiun
    • Investasi bulanan
  6. Aset Aktif
    • Bisnis
    • Menghasilkan dividen setiap tahun
  7. Aset Pasif
    • Properti (Rumah/Apartemen/Ruko) yang disewakan
  8. Mobil
    • Pengganti fasilitas kantor (kalau dulunya ada)
    • Beli 2nd cash, untuk mengurangi cicilan

Gimana, banyak banget ya ternyata? Dari sederet check list di atas, yuk satu per satu kita siapin. Caranya gimana? Salah satunya yang saat ini dirasa paling mudah adalah dengan investasi secara rutin di reksa dana. Coba yuk kita telaah dulu instrumen investasi apa saja yang idealnya kita siapkan.

Dana Darurat

Pertama untuk dana darurat dulu nih, yang merupakan perisai dari adanya risiko pada segmen investasi seperti saham, properti, maupun bisnis. Karena amannya kita menyiapkan minimal 12x biaya bulanan, maka jika biaya yang kita keluarkan per bulan rata Rp 15 juta, maka dana darurat yang harus disiapkan setidaknya Rp 180 juta. Yuk cobain diversifikasi!🙂

Dari chart di atas, kita bisa lihat kira2 kalo 180 juta, gimana idealnya melakukan diversifikasi. Tabungan ada di posisi paling bawah dengan jumlah yang paling sedikit, karena kita pada kondisi normal tentunya tidak akan membutuhkan dana segar dalam jumlah terlalu banyak kan? Lalu naik ke atas untuk porsi deposito. Saat ini suku bunga deposito rata2 7% p.a dikurangi pajak 20% menjadi 5,6% p.a. Dana darurat sebaiknya memang (mayoritas) disimpan dalam bentuk deposito yang relatif aman karena dijamin oleh bank. Nah sekarang naik lagi ke porsi lain yaitu di reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, atau campuran dengan porsi sedang. Dan terakhir yang paling atas adalah emas. Chart di atas juga merupakan hirarki, dari bawah ke atas diurutkan berdasar yang paling mudah dicairkan. Itu berarti emas akan jadi pilihan terakhir untuk diuangkan, karena emas sifatnya merupakan “pengaman dana” yang tidak terlalu bergantung pada market (memiliki fluktuasi tersendiri).

Ngumpulin duit segitu gimana yaaa? Padahal anda juga harus investasi untuk dana2 yang lain. Simple deh sebenernya, buat golongan menengah kaya kita, masa sih ga mampu nyisihin 10% aja deh dari penghasilan kita yang khusus ditempatkan di pos dana darurat? Masih ada yang ngerokok ga nih? Nah, beginian yang harus dibasmi!😀

Perokok kira2 menghabiskan setidaknya Rp 600 ribu per bulan untuk konsumsi rokok.

Kalimat tersebut disampaikan oleh Pak Eko. Tuh kan, kebutuhan ga penting banget donk itu rokok? Coba deh kalo bisa diilangin rokoknya, itu Rp 600 ribu per bulan bisa jadi tambahan dana darurat atau investasi saham yang nilainya bisa jadi ratusan juta dalam jangka panjang. Well, ini analisa saya sendiri, misalkan kita menginvestasikan Rp 600 ribu ke RD saham, maka kira2 hitungan kasar saya (yang bukan seorang financial planner profesional) akan seperti ini :

Kenapa uang rokok saya inflasikan? Tentu dong, misal anda merokok terus menerus dalam 10 th, pasti lah harga rokok juga kena inflasi. Jadi biar adil, dana yang anda tabungkan juga harus kena inflasi yaaa?😛 Jeng-jeeeeng!! Tuh, hanya dalam 10th, jika anda menggunakan RD saham dengan asumsi return 25% p.a, akan ada jumlah fantastis di akhir tabel! Jadi ngerti kan betapa “hemat” nya jika anda berhenti merokok?🙂

Dana Pendidikan

Dana yang satu ini sangat penting diperhatikan, bahkan oleh seseorang yang belum berniat pensiun dini sekalipun. Apalagi yang akan memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan dengan gaji yang “pasti” dan mungkin mencoba untuk membuka usaha, tentu anda harus pastiin dulu anak2 bisa sekolah beres apa ga ya? Cuman untuk DaPend ini saya ga akan menjelaskan secara detail, anda bisa lihat contoh perencanaan DaPend di artikel Islamic Financial Planning.

Dengan beberapa keperluan yang sudah diungkapkan di atas, mari kita tengok perhitungan berikut ini. Misal umur anda sekarang 35 th. Kondisi, selama +/- 10 tahun anda bekerja, sudah mengumpulkan modal awal sebesar Rp 150 juta. Dengan asumsi anda tidak berniat pensiun dini, yaitu normal pada usia 55 tahun. Dana Rp 150jt tersebut dapat anda masukkan pada pos RD saham (jangka waktu anda akan pensiun berarti 20th). Kemudian, sisanya anda kira2 harus mempersiapkan investasi bulanan sekitar Rp 2 juta atau Rp 43,7 juta per tahun. Dalam berinvestasi anda harus memperhatikan jangka waktu. Ingat untuk RD saham, anda harus mengambil jangka waktu >= 10 th, jika kurang dari itu anda dapat memilih RD campuran untuk jangka waktu 5-10 th, dan RD PU/RD PT/Deposito untuk jangka pendek.

Pensiun Bahagia

Gimana sih definisi pensiun bahagia? Hmm, kalau bertanya pendapat saya, saya akan jawab bahwa pada saat saya memutuskan pensiun, saya harus dapat menjamin bahwa saya dan keluarga yang dalam tanggungan saya sudah terjamin masa depannya meskipun saya tidak lagi mempunyai pekerjaan dan penghasilan tetap. Gitu doank? Ya nggak dong, saya masih pengen “kerja” dalam masa pensiun saya, biar tetep sehat dan ga cepet mati😛. Jika kini anda bekerja pada suatu perusahaan, belum tentu anda bisa menemukan passion kan? Nah, ketika saya nanti memutuskan berhenti bekerja, saya ingin menemukan sesuatu yang menjadi passion saya!🙂 Menjalankan suatu bisnis juga jadi cita2 saya, tapi sepertinya saya membutuhkan dana lebih untuk memulainya, kalau ngandelin nabung doank kayanya berat euy🙂. Jadi ketika saya pensiun, portofolio saya harus lengkap : bisnis, properti dan surat berharga. It must be great! And the rest we can help others who not as lucky as us🙂.

Sumber :

  • Talk Show “Pensiun Muda dengan Reksa Dana”, diselenggarakan oleh Kontan
  • Ligwina Hananto, QM Financial

**Artikel berikutnya ditunggu yaah, bakal ngebahas tentang diversifikasi investasi yang dijelaskan o/ Pak Eko Pratomo.🙂

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on August 15, 2011, in Finance. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Saya ngerokok abisnya cmn 10-20rb sbulan mbak…
    Perlu di invest lagi gak? :p

  2. Tolong di bahas Reksadana yang bagus. Karena kenyataannya banyak Reksadana yang sangat jelek kinerjanya. Hanya Panin Dana maksima aja yang keren.

  1. Pingback: Diversifikasi dan Manajemen Investasi « The Fantastic Life of Mine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: