#useRTwisely : Saat Retweet Merenggut Fungsi Reply

Twitter emang udah jadi social network yang digandrungi banyak orang ya. Beberapa kelebihan dimiliki Twitter dibanding jejaring sosial yang lainnya, bahkan Twitter bisa ikut andil dalam melonjakkan omzet penjualan bagi banyak pedagang; contoh : hebohnya @maicih yang tiap hari meng-update tempat jualannya di Twitter. Tapi sebenernya kita sendiri uda ngerti ga sih serba-serbi Twitter itu sendiri? Saya sendiri sudah memiliki account @pradinipuspita sejak 2009, tapi baru aktif awal 2011 ini (telat abeess)😀. Sebelum saya bahas tentang judul di atas, yuk simak dulu dasar2 tentang serba-serbi Twitter.😉

  1. Hashtag (#) : muncul di timeline bisa dibaca semua orang jika mencari menggunakan hashtag. digunakan untuk menggambarkan tweet agar orang-orang untuk dengan mudah mengikuti percakapan. Hashtag dibuat sebagai upaya masyarakat untuk menandai tweets individu dan terhubung dengan semua pengguna Twitter di dunia yang menggunakan hastag yang sama.
  2. FOLLOWING artinya orang yang kamu ikuti, mirip dengan kita ngeADD seseorang, jadi apabila kita ngeFOLLOW orang maka secara otomatis kalian akan berisi update-an status dari user yang kamu follow.
  3. FOLLOW adalah mengikuti tweet seseorang.
  4. FOLLOWERS adalah pengikut twitter kamu . Setiap orang yang nge-follow kalian dengan kata lain orang tersebut akan menjadi followers kalian. Orang tersebut akan menerima semua update tweet kita dan akan muncul pada home dia(yang nge-FOLLOW).
  5. UNFOLLOW, artinya apabila kita ingin memberhentikan following kita, atau tidak mau menerima update status dari orang yang kita follow kita dapat nge-UNFOLLOW
  6. Reply (@), dipakai jika ingin membalas atau menulis pesan untuk seseorang. @ untuk memanggil username orang atau apabila kita ingin ngobrol di twitter kita dapat menggunakan @ + username : semisal @pradinipuspita bla bla bla….
  7. Retweet (RT) dipakai saat kita ingin meneruskan suatu informasi yang kita dapat dari tweet seseorang dan ingin menyebarkannya lagi dari ke jaringan (follower) kita.

Nah, bagian mana yang temen2 belum tau? Saya yakin kalo kamu pengguna Twitter, pasti uda tahu semua kan? Tapi poin terakhir ini sepertinya masih banyak yang belum ngerti ya? Mengerti dan mengetahui, beda kan? Awalnya, beberapa hari yang lalu saya mulai merasa gerah dengan banyaknya penyalahgunaan Retweet sebagai Reply yang akhirnya TL saya dipenuhi dengan obrolan2 yang tidak perlu saya ketahui dan sering kali tidak membawa manfaat bagi saya *komen sadis*😀.

Dalam penggunaan Twitter web, RT memang murni berfungsi untuk mem-broadcast ulang informasi yang kamu dapet dari user lain, biar bisa dibaca sama jaringan (follower) kamu. Nah, sebagai pengguna Blackberry, saya menggunakan Ubersocial yang memiliki fitur Retweet with Quote, yaitu bisa RT dan ngedit ato nambahin komen. Fasilitas ini juga dimiliki oleh beberapa twitter client lain seperti Socialscope, Osfoora, Plume, Twidroyd, Tweetdeck dan lain-lain. Well, saya akui, pertama kali saya pake Ubersocial, dengan RT with Quote ini saya ngerasa “asyik nih, kalo balesin tweet temen jadi masih nyambung omongannya”! Yak, demikian saya dulu terjerumus bersama ribuan pengguna Twitter lain yang merasa RT with Quote adalah metode reply yang lebih oke!

Kemudian, tidak lama setelah saya mulai aktif twitter-an, ada seorang temen iseng komplain di grup BBM. Dia mengeluhkan banyaknya penyalahgunaan RT sebagai reply, dia bilang make RT dengan cara kaya gitu bikin TL nya jadi geje. Hmm… sejak itu saya mikir, apa iya dampak menggunakan RT with quote sebagai pengganti reply segitunya ganggu? Lalu saya pun sadar, iya juga ya, karena RT fungsinya adalah menyebar ulang tweet seseorang ke jaringan kita, berarti kalo kita bales conversation pake RT justru nyebar2in apa yang kita omongin ke follower kita. Mungkin banyak dari kita yang uda sepakat buat ngga ngomongin hal2 confidential di socnet, tapi apa percakapan kita sama orang lain itu bermanfaat buat follower kita yg lain? Ato malah justru ganggu? Parahnya malah dianggep sampah? Sejak saat itu, saya belajar aware untuk menggunakan RT secara bijak.

Berikut ini saya coba jelaskan fungsi reply dan retweet (khususnya RT with quote), agar sama2 digunakan sebagaimana mestinya :

  • REPLY
  • RT itu bukan singkatan dari “Reply to”. Jadi mulai sekarang biasakan gunakan Reply bukan RT dalam bersahut-sahutan di Twitter.
  • Dengan Reply ada yang bilang “nanti tweet dari teman kita tidak tahu apa isinya.”  Sebenarnya tinggal klik “in reply to” jadi kamu bisa tahu pembicaraan atau tweet apa yang sedang berlangsung dengan teman kamu. Atau alternatif lain, tiap kali kamu reply, tambahkan keyword dari tweet temen kamu sebelumnya (misal –> @pradinipuspita : ah siapa bilang, menurutku kamu paling cantik kok😛 *re : cantik)😀
  • Kamu bisa lebih panjang dalam menulis di twitter yang hanya 140 karakter. Kalau di RT with quote tentunya kamu ga pengen kan tweet sebelumnya terhapus. Atau menggunakan twitlonger yang mengharuskan kamu buka via browser.
  • RETWEET with Quote
  • Tidak ada “in reply to” jadi kalau tweet tersebut panjang biasanya akan masuk ke dalam twitlonger. Sehingga kamu harus membuka isi Twitlonger lagi yang biasanya masuk ke browser. Kalau jaringan lagi lelet yaa makin lama jadinya, belum lagi kalo cuma langganan BIS hemat/gaul yang bisanya cuma socnet dan chatting doank!😀
  • Biasanya untuk menghindari tweet terpotong atau masuk ke twitlonger maka tweet biasanya akan di-edit atau dikurangi supaya pas tidak masuk ke twitlonger. Karena ini adalah conversation bukan info maka nanti malah ada miscomm . Karena isi tweet dikurangi (awas jadi fitnah lho ntar :P).
  • Tweet dari teman yang memproteksi akun twitter-nya akan masuk juga jadinya ke semua follower kamu. Padahal kalau tidak follow, tweet tersebut tidak akan terlihat oleh orang2 yang tidak diberi allowance.
  • User ID bisa jadi terpotong oleh twitlonger, sehingga semakin tidak ketahuan tweet kamu ditujukan ke siapa.
  • Dengan RT with quote,  Maka tweet kamu akan terhitung seperti compose new tweet, sehingga akan masuk ke semua timeline follower kamu. Jadi akan terkesan kamu nyampah di timeline orang-orang yang mem-follow kamu karena percakapan dengan temen kamu yang mungkin sama sekali ga dikenal. Padahal maksud kamu kan cuma ingin menjawab apa yang di tweet teman kamu .  Apabila kamu menggunakan Reply maka tweet tersebut memang ditujukan langsung ke orangnya dan tidak akan muncul di timeline orang lain yang follow kamu. Tweet tersebut hanya akan muncul di TL kamu sendiri dan teman kamu yang di-reply kecuali orang lain dalam jaringan kamu juga follow juga orang yang kamu mention dalam reply itu.
  • Kalau menjawab tweet dengan RT, terkesan kamu pengen banget nge-exist di semua follower kamu . Padahal kamu hanya menjawab untuk orang yang kamu mention. Tidak menutup kemungkinan bahwa kamu pun bisa di unfollow oleh follower kamu karena terkesan kamu suka nyampah di TL.😀
  • Gunakan RT atau RT with quote apabila isi tweet tersebut adalah informasi yang menarik dan kamu ingin share ke semua follower kamu. Apabila tweet tersebut menarik, pastinya follower kamu bakal RT lagi. Dan bisa jadi follower kamu juga nambah karena info yang kamu bagi. Dengan RT with quote kamu bisa tambahin komentar secukupnya terhadap informasi yang akan kamu RT.

Nah, sudah sejak beberapa hari yang lalu saya pengen banyak temen-temen yang juga sadar tentang hal ini. Saya mulai tweet beberapa hal mengenai pentingnya membedakan RT dan reply, dan menggunakannya secara bijak dan cerdas. Malu donk kita dari luar sepertinya keren punya twitter dan ngeksis abis, tapi ternyata kita cukup gaptek karena ga bisa bedain RT sama reply? *ups*😛

Beberapa orang menanggapi, katanya saya bawel yah. Hehe, emang iya saya bawel, maaf ya?😛 Tapi saya cuma pengen kita semua melek teknologi, melek socnet, biar ga gampang kebawa arus lah. Ada juga yang menanggapi, ambil simple nya aja, tinggal unfollow atau mute aja orang2 yang kaya gitu! Sekilas emang itu saran yang cukup mudah daripada saya capek2 ngomel, apalagi sampe nulis artikel di blog gini yak? Wah, tapi kalo yang itu saya lakuin, bisa2 saya tinggal mem-follow sangat sedikit orang donk?😀 Poinnya, saya masih pengen juga denger kabar terbaru dari temen-temen saya, kalo saya unfollow tar susah nyarinya lagi. Kalo mute masih mending karena ada periodenya, tapi lebih enak kalo bisa terus denger kabar dari temen kan?

Jadi, yuk kita sama-sama belajar dalam penggunaan socnet secara bijak. Nge-eksis boleh, tapi jangan sampe juga donk sampe ganggu kenyamanan orang lain? Seorang teman yang sependapat dengan saya mengatakan, Twitter should be more like micro-blogging, not micro-chatting. Hahaha, bener juga kan apa kata dia? Dengan Twitter kita bisa berbagi pengalaman atau pengetahuan secara cepat, tapi jangan sampe juga malah berubah jadi public chat room.

Tidak semua hal yang sederhana dapat diperlakukan sederhana.🙂 #useRTwisely

@pradinipuspita

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on September 6, 2011, in Knowledge. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. nice info, bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: