Bebek dan Surabaya

Judulnya aneh ga sih, readers? Hehe, kali ini saya pengen bahas nih tentang salah satu makanan favorit saya, BEBEK! Menurut kamus kuliner yang ditulis oleh lidah saya, tempat yang paling cocok untuk berburu bebek adalah Surabaya. Kota pahlawan yang merupakan kampung halaman suami saya ini memang terkenal dengan kuliner bebeknya yang beraneka ragam. Semasa kuliah, saya yang menghabiskan 4 tahun hidup di Malang dan kebetulan dapet pacar orang Surabaya pastinya uda mengalami asam garam berburu bebek (#edisiLebay :P).

Sebelum saya merasakan kuliner bebek di Surabaya, saya memang sudah suka bebek. Namun ketika saya kuliah di Malang, saya dapat cerita dari beberapa teman kos (anak Surabaya) tentang berbagai warung bebek goreng enak di Surabaya. Saat itu saya masih biasa2 aja karena belum berani main sampe sana (awal2 kuliah). Dan akhirnya hanya berburu bebek ala kadarnya di daerah Malang.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya dapat pacar orang Surabaya di tahun ke-3 kuliah!😀 Alhasil, saya pun kadang diajak ke Surabaya dan menyempatkan mencari2 warung bebek sesuai referensi baik dari teman maupun by googling😛. Puncak perburuan saya terjadi pada saat saya kerja praktik di Telkom Surabaya, saat pacar sudah off dari kerjaannya, kami hampir tiap hari dinner bebek! Uniknya, pacar saya yang anak rumahan ini bener2 buta juga masalah warung2 bebek terkenal di Surabaya, jadi kami ga jarang juga nyasar2 saat berburu bebek.😀 Nah, berikut ini list warung atau rumah makan bebek yang pernah saya coba di Surabaya :

1. Bebek Tugu Pahlawan

Warungnya terletak di Jl. Tembaan, tepat di depan kantor BCA. Buka mulai pukul 6 sore dan langsung rame, kalo kemaleman dijamin gigit jari! Bebeknya disajikan garing, dengan serundeng dan minyak kuning. Sambalnya terdiri atas 2 jenis, sambal tomat dan sambal asin yang pedesnya amit2 tapi bikin nagih😛. Waktu itu saya pernah ya beli pas puasaan 2009. Jam 5 uda ngendon di depan BCA, dan ternyata saya ga sendirian, uda banyak yang nungguin!

Karena ini warung ga pernah sepi, kayanya mbak2 penjualnya sering budrek alias jutek abis kalo ngelayanin. Maklum, dia dirubung banyak banget orang yang semua teriak2, “Mbak, paha super 5, dada super 7, makan sini!”, dan sebagainya😀. Harganya variatif tergantung ukuran bebek, ada dada super/biasa, paha super/biasa, jerohan, kepala, dan protolan (potongan bebek kecil2) yang berkisar antara 5 – 15 ribu rupiah.

2. Bebek Cak Yudi

Warung bebek favorit kedua saya ini berada di Jl. Tanjung Torawitan, uda deket sama pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Bebek goreng ini juga memiliki sambal yang khas yaitu sambal mangga muda atau pencit dalam bahasa Jawa Timur-an. Penyajiannya juga dilengkapi dengan siraman minyak kuning pada nasinya, menambah kegurihan bebek goreng ini. Enak deh pokoknya, yang ga kuat pedes emang kudu hati2, ato bisa juga disiasati dengan mencampur sambal + kecap manis, tetep enak kok🙂. Harga bebek berkisar antara 13 ribu, dan ada juga sajian jerohan dengan harga 7 ribu per porsi.

3. Bebek Kayu Tangan

Warung bebek ini adalah warung pertama dalam pengalaman kami berburu bebek di Surabaya. Berdasarkan cerita dari Nilam, teman kos saya, bebek yang terletak di Jl. Bratang Gede ini rasanya enak banget. Dan memang benar, disinilah saya pertama kalinya saya merasakan bebek yang empuk dan ga perlu effort lebih buat ngunyah. Sambal bajaknya manis, dan sayang sekali kurang pedas (gw doyan pedes boo’ :P).

Namun dari segi rasa bebeknya jelas ga perlu diragukan, belum lagi kremesannya yang gurih makin menambah cita rasa di lidah. Di warung ini ga cuman jual bebek goreng, tapi ada juga bebek bakar dan ayam. Dari beberapa warung bebek yang saya coba, BKT ini memiliki nilai plus pada tempat yang nyaman karena berbentuk rumah makan, bukan warung tenda. Harganya sih hampir sama dengan warung2 lain, antara 13 – 15 ribu rupiah.

4. Bebek Palupi

Untuk warung bebek yang satu ini, saya agak2 lupa lokasinya dimana, yang jelas sih di daerah Rungkut, di depan SMA 17 Surabaya. Saya cuman sekali ngicipin saat masih kuliah. Sekarang ga pernah lagi karena lokasinya lumayan jauh dari rumah mertua. Pernah juga sekali dibawain Eni, temen kantor yang dulu pamitan resign nya pake sogokan bebek (untuk kalangan terbatas :P), dibawain pacarnya yang jemput dari Surabaya. Bebeknya rada2 semacam bebek diet sih, langsing, tapi enak. Gurih dan garing. Dan sepertinya kebanyakan bebek goreng di Surabaya, bebek palupi juga dilengkapi dengan minyak kuning dan sambal pedas. Karena saya sudah lama ga kesana, seingat saya dulu harganya sekitar 12 atau 13 ribuan.

5. Bebek Papin

Terletak  di ujung jalan, antara Jl. Pecindilan dan Jl. Kalianyar – Surabaya Utara. Buka mulai jam 5 sore dan cukup cepat habis. Rasanya gurih dan sambalnya juga sedap meskipun tidak sepedas bebek tugu atau bebek cak yudi. Harganya standar, mulai 10 – 13 ribu rupiah. Juga ada menu ati-ampela, kepala, usus dan brutu (pantat) dengan harga yang lebih murah. Bebek yang satu ini termasuk ribet waktu saya dulu nyari, karena Emas ga tau daerahnya, alhasil kita ngalamin muter2 nyasar padahal perut uda kelaperan parah karena lagi puasa😀.

Dan setelah ketemu, worthed juga kok. Sayang saya hanya sempat beli disitu 2x, mungkin sekarang juga uda lupa tempatnya, hehe… Oh ya, mengingat tempatnya yang sangat strategis alias dipojokan prapatan, saran doank nih, kalo mau makan ditempat, lebih baik naik motor deeehhh, soalnya parkirannya sulit. Boleh juga sih naik mobil asal pinter parkirnya.🙂

6. Bebek Purnama

Bebek purnama ini adalah salah satu bebek yang cabangnya paling banyak, biasanya tenda warungnya warna kuning. Bahkan kita juga kudu hati2 milihnya, karena banyak juga yang palsu. Bebek ini aslinya terletak di Jl. Purnama depan ex bioskop Purnama, atau ada juga yang asli di Jl Bratang. Rasanya cukup enak dan harganya juga murah, sekitar 10 ribu rupiah.

7. Bebek Mercon

Terletak di Jl. Kayoon Surabaya (depan Delta Surabaya Mall / Monumen Kapal Selam). Saya pertama kali kesini atas saran dari seorang blogger yang juga nulis tentang bebek, lupa deh, uda lama dulu bukanya. Dia menempatkan Bebek Mercon ini di urutan pertama. Saya mencobanya kira2 pada Ramadhan 2009, saat saya KP di Surabaya. Pertama kali dateng, karena saya sholat tarawih dulu, ternyata bebeknya habis, akhirnya saya makan ayam goreng yang juga dijual disitu. Sambelnya emang bener enak, pedes, mungkin itu sebabnya dikasi nama “mercon” atau petasan. Tapi sayangnya rasa ayamnya kurang merasuk, cuman karena sambalnya enak jadi rada nolong lah. Besoknya saya balik kesana lagi menjelang maghrib, berharap bebeknya lebih gurih daripada ayam. Dan ternyataaaaa, tetep aja kurang nendang. Bumbunya kok berasa ga merasuk gitu lho ke dagingnya. Tempatnya sih enak, kios gitu, bukan warung tenda, ada parkirannya juga. Jadi kalo pengen makan dengan nyaman ya bisa disini alternatifnya. Harga pun ga mahal, sekitar 13 – 15 ribu. Selain itu ada juga menu2 lain yang cukup beragam seperti tahu dan tempe krispi, dll.

8. Bebek Bang Arif

Kalo kalian iseng jalan-jalan ke Manukan, Tandes – Surabaya Barat, trus nanya orang sekitar tentang bebek satu ini, yakin deh mereka tau tempatnya. Kalo kalian orang Manukan, kebangetan kalo ga tau!😀 Warung bebek ini adalah yang paling gede di daerah Manukan. Kiosnya cukup besar dan lumayan bersih. Tapi menurut saya rasa bebek disini tidak istimewa. Rasa asin cukup dominan baik pada bebek maupun sambal, meskipun tidak kebangetan.

9. Bebek Mirah Balongsari

Bebek yang satu ini saya ga tau warungnya dimana. Meskipun uda dijelasin sama suami, tetep aja ga paham. Kata dia sih di Jl Balongsari – Surabaya Barat. Biasanya suami atau ibu mertua saya beli bebek ini dengan langsung memesan ke pemiliknya yang masih tetanggaan, dan diambil langsung di rumahnya. Bebek ini termasuk favorit suami saya, tapi saya sendiri tidak begitu suka. Hal ini terjadi karena perbedaan prinsip mengenai sambal, saya suka pedas sedangkan dia tidak😛. Bebeknya cukup enak kok, empuk dan gurih. Tapi sambelnya itu sambel tomat, rada asem dan sama sekali ga pedes, jadinya saya kurang sreg, hehehe. Buat yang ga doyan pedes sih enak2 aja kali, nge-geng deh sama suami saya :p.

10. Bebek Pak Qomar

Terletak di Jl. Lontar arah Citraland, bukanya cuman pagi sampe setengah sore. Kiosnya kecil tapi ramenya minta ampun deh. Seringnya kalo kesorean beli bebeknya uda abis duluan, tinggal tersisa ayam aja, hehe. So you better be quick for the duck :)! Apa yang menyebabkan Bebek Pak Qomar begitu diminati pelanggan? Katanya sih, Pak Qomar sedikit membocorkan rahasia dapurnya. Menurut beliau, untuk menghilangkan amis yang melekat, bebek terlebih dahulu direbus dengan racikan bumbu yang spesial. Sehingga saat digoreng akan menimbulkan aroma yang lezat dan nikmat.

Baiklah, segitu aja ya sharing saya tentang bebek di kota pahlawan Surabaya ini. Next time kalo saya cobain bebek-bebek lain di Surabaya bakal saya apdet artikel ini. Inget ya, bebek itu banyak kolesterol dan purin. Jadi hati-hati kalo makan, jangan berlebihan karena kolesterol bisa menyerang siapa aja, muda-tua, kurus-gemuk. Tetap sehat biar bisa tetap jalan2 dan makan2 yaaa…😉

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on September 13, 2011, in Lifestyle. Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. *melet-melet* #lapiler :))
    aku baru doyan bebek pas di cikarang sini….dulu di malang mana pernah ngebebek, ada juga geli, bebek kok dimasak, wkwkwkwkw

    • Nah lo, trus harusnya bebek diapain donk? Kalo di malang yang lumayan itu di sekol duck di Letjen Sutoyo. Bebeknya empuk, sambelnya enak, tapi sayang langsing-langsing😀

  2. sebenernya ga tega makan donal bebek😦
    tapi kok enaaak…. ~X(

    btw, hampir 5 tahun di surabaya, seumur2 paling baru pernah makan di palupi ama purnama, maklum dulu belum terlalu suka bebek, malah sering hunting pangsit mie ayam, bisa dibikin list kaya diatas, hihihihi…. bikin blogpostnya aaah

    eh, bukannya palupi yang asli cuman yang di keputran ex bioskop itu yah? yang lain kayaknya palsu deh, palupi juga gitu banyak yang palsu, setauku yang asli di depan perpustakaan daerah di rungkut, hehehe….

    • Kalo kata temenku, Palupi yg di Rungkut sih asli, nyatane yo ancen enak kok. Sebenernya selain bebek ada juga makanan2 lain yg enak di Surabaya, kyny next time bakal kubikin artikelnya, hahaha

  3. lho ya itu din, di rungkut yang pake nama palupi itu selusin :hammer:
    cuman konon yang asli yang di depan perpustakaan, aku soalnya kalo ke palupi yang disono, hehehe….

  4. saya dulu kuliah di surabaya, sudah pernah coba sebagian besar bebek yang ditulis di atas😀

  5. Wuiiih….aku udah lama tinggal di surabaya, anehnya dlu gak doyaaan banget sama bebek
    *pas kecil pernah dapet bebek yang alooot dan akhirnya sakit gigi seminggu #edisi trauma masa kecil.
    ehhh…pas di cikarang baru berani lagi makan, dan ternyata…bebek emang enak dan menggoda yaaa =P.

    • Pradini Puspitaningayu

      jelaass, bebek mah emang unggas paling yahuud… tapi sebenernya tergantung gimana masaknya jg, kalo tipe2 grilled duck ala chinese food gt aku kurang suka🙂

  6. i ‘ll try it oneday next when i ‘ll be there…thank’s

  7. Satu lagi mbak, Bebek HT di jalan karang empat besar, surabaya

  8. aku cma penasarn sma sambalnya bebek palupi, rasanya kyak ad kcang”nya gtu.,

    ad yg tw g ya sma resep smbalnya.,.,?!
    share donk,.,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: