Writing Ethics for Blogger

Ketika teman2 membuat artikel, baik itu tugas sekolah/kuliah, tentu diharuskan mencantumkan daftar pustaka ya? Ya, itu semacam keharusan, selain agar artikel kita dapat dipertanggungjawabkan sumbernya, hal itu juga merupakan respek bagi penulis lain. Daftar pustaka bentuknya bermacam-macam, baik yang berbentuk buku, media cetak, bahkan artikel di internet. Tapi kok kita seolah mudah sekali melupakannya ketika kita menulis di blog? Saya tidak menghakimi seseorang karena dia mengisi blog nya dengan artikel copas (copy – paste), namun saya sangat menyayangkan ketika dia kemudian tidak menyertakan link yang sumbernya.

Sebenarnya ada 2 cara beretika dalam copas artikel, pertama meminta ijin langsung pada penulis artikel yang akan di-copas, dan kedua ga minta ijin langsung tetapi kemudian mencantumkan link sumbernya. Kenapa perlu demikian? Itu etika! Bahkan meskipun kita ga copas, tapi hanya menyadur isi dari artikel orang kemudian dijadikan referensi untuk kita menulis artikel sendiri pun juga wajib mencantumkan sumber. Kenapa demikian? Sekali lagi itu etika!]

Nah, jadi kita semua pengen donk dibilang blogger yang beretika? Jadi yuk sama-sama kita belajar menerapkan writing ethics dalam setiap artikel yang kita tulis. Selain itu, kita juga memberikan penghargaan lho kepada blogger lain jika artikelnya disadur dan kemudian dicantumkan link nya sebagai referensi. Let’s respect another and keep writing!🙂

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on October 1, 2011, in Personal. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: