Vote for New7Wonders is a scam?

Belakangan ini banyak yang menyerukan untuk vote Taman Nasional Komodo buat jadi 7 keajaiban dunia baru. Sebenernya apaan ya? Saya sendiri awalnya sempet terseret arus massa buat mendukung Komodo jadi new7wonders, sampai hari ini saya menemukan artikel mengejutkan yang bikin saya “Oh iya, iya, logis juga”. Nah, berikut ini beberapa kutipan yang saya baca dari sumber :

New7Wonders pun demikian, mereka hanyalah sebuah perusahaan kecil asal Swiss, bukan organisasi Internasional ataupun lembaga bentukan kerjasama multilateral antara negara-negara.

Pada kontes tahun 2007, situs web New7Wonders memuat taut dan logo UNESCO. Khawatir akan dampak dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki sangkut paut dengan New7Wonders.

Nah, pihak N7W ini mengambil keuntungan dari vote masyarakat dan mengatasnamakan nasionalisme. Banyak yang terkena provokasi sms Komodo kirim ke 9818 untuk mensukseskan Taman Nasional Pulau Komodo menjadi salah satu dari N7W. Bahkan ada yang dengan sangat lucu menyebarkan BM (broadcast message) melalu media Blackberry Messanger seperti ini :

Saat Ini Indonesia Berada Di Posisi 3 Klasemen Sementara 5 Besar New7Wonders

PEROLEHAN SEMENTARA VOTE NEW7WONDER S (5 Besar) :

1. KADAL AIR (MALAYSIA)
– 46.643.507 suara/sms

2. GAJAH HITAM (THAILAND)
– 43.976.151 suara/sms

3. PULAU KOMODO (INDONESIA )
– 40.421.843 suara/sms

4. BURUNG DEIL (AFRIKA)
– 34.800.619 suara/sms

5. IKAN STEDDO (NEW ZEALAND)
– 27.617.994 suara/sms

Seharusnya Dengan Penduduk Sekitar 200 Juta Jiwa Indonesia Bisa Menang Dengan Hanya 1 Orang Min 1 Sms ..
Menurut Survey Kira” 90% Orang Di Indonesia Memiliki Phone Cell atau HP . Masak Gak Bisa Sih SMS Doank ..
Menbudpar menyerukan kepada seluruh Masyarakat Indonesia. .

Ayo Vote PULAU KOMODO..

Dengan cara..

Ketik: KOMODO
kirim ke 9818
Tarif Gratis (Ada Juga yg Rp.1/sms)

MINTA TOLONG DI SEBARKAN.. .!!!
AYO DUKUNG…! !! JAYALAH INDONESIA- KU…!!!

Oke, menurut saya itu bego banget😀 Padahal kalo temen2 cermat dan membuka website New7Wonders, maka tidak akan ditemukan hewan2 aneh yang disebutkan di atas kecuali Komodo. Jumlah kontestan ada 28, dan Komodo hanya satu2nya hewan, 27 yang lain merupakan bentang alam yang tersebar di seluruh dunia.

Lalu kemudian, mencermati sms yang cuma Rp 1,- bahkan gratis seperti yang disosialisasikan, ternyata tak semanis yang kita kira. Sebenernya, pihak N7W hanya memanfaatkan semangat nasionalisme masyarakat, padahal mereka mengeruk keuntungan dari setiap sms kita. Lho kok? Kan cuman 1 perak aja! Pelit ah! Yuk deh kita simak kata Pak Priyadi :

New7Wonders mendapatkan penghasilan dari setoran kontestan itu sendiri yang berasal dari platform pemilihan berbayar. New7Wonders praktis tidak mengeluarkan biaya apapun untuk kontestan. Bahkan biaya pemasaran ditanggung oleh masing-masing kontestan. Biaya yang dikeluarkan kontestan yang kalah melalui platform voting berbayar tak dapat dikembalikan. Bagi seluruh kontestan, kontes New7Wonders merupakan negative-sum game.

Pemilih memang hanya mengeluarkan Rp 1, atau bahkan tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Tetapi ongkos yang sesungguhnya lebih besar daripada itu.

Pertama, ada sponsor yang menyubsidi sehingga biaya yang harus dikeluarkan pemilih menjadi serendah itu. Karena panitia lokal harus membayar lisensi ke New7Wonders, dan mereka tentunya tidak akan menerima mata uang Rupiah, maka akan ada devisa kita yang terbuang. Maka, nilai sesungguhnya yang harus dibayar pemilih melalui SMS jauh lebih tinggi daripada Rp 1 atau Rp 0.

Kedua, akibat kontes ini, akan ada pihak yang mendapatkan basis data nomor ponsel dari puluhan juta rakyat Indonesia. Ini adalah informasi yang sangat berharga, mungkin jauh lebih berharga daripada bayaran lisensi kepada New7Wonders.

Ketiga, sang dalang dari skema ini tetap mendapatkan keuntungan jika kita ikut memilih, terutama melalui media seperti SMS premium.

Selain itu, karena pemilihan ini berdasarkan voting, maka pemutusan pemenang N7W sama sekali bukan berdasarkan keobjektifan, melainkan kepopuleran. Yaah, siapa sih yang ga pengen negara kita jadi lebih populer? Tapi kalau dipikir, sebenernya jadi pemenang N7W ga terlalu penting sih, apalagi jika kita harus menyediakan dana yang begitu besar untuk membayar lisensi pada pihak N7W. Emang sih, dulu saya berpikiran, duit yang dikorup Nazarudin aja jauh lebih banyak daripada sekedar US$ 45 juta. Cuman kalo direnungkan lagi, daripada nyetor segitu buat pihak lain yang ga jelas asal-usulnya, akan lebih baik jika pemerintah serius menangani pariwisata kita dengan strategi promosi yang bagus.

Coba deh kalo kita lihat, selama saya di Indonesia, mungkin saya hanya pernah mampir ke bandara Sukarno-Hatta (Jakarta), A Yani (Semarang), Hussein Sastranegara (Bandung), Juanda (Surabaya), dan Abdul Rachman Saleh (Malang). Tapi dari kelima bandara tersebut, jarang sekali saya menemukan papan iklan yang menampilkan pariwisata Indonesia, lebih banyak menampilkan iklan-iklan himbauan masyarakat seperti anti narkoba atau disiplin pajak. Aneh ya? Namun begitu saya mengunjungi beberapa negara lain, bandaranya penuh dengan iklan situs-situs pariwisata, seperti di KLCC (Kuala Lumpur), Noi Bai (Hanoi), Incheon (Incheon – Seoul), bahkan bandara Abdul Aziz (Jeddah).

Nyambung lagi masalah promosi pariwisata. Soal menang jadi N7W, juga sebenernya ga secara instan akan menaikkan pamor pariwisata lho. Berikut kutipan dari Pak Priyadi lagi :

Analisis yang saya lakukan dari data-data industri pariwisata tujuh pemenang New7Wonders tahun 2007 tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pariwisata dari ditunjuknya tujuh monumen tersebut sebagai keajaiban dunia yang baru. Seluruh penelitian yang sering dikutip oleh pihak New7Wonders pun ternyata tidak dilakukan dengan metodologi yang benar dan memiliki asumsi-asumsi awal yang salah. Kawan-kawan kita dari Korea juga membuat analisis mendalam tentang ‘penelitian independen’ yang sering dikutip oleh oknum New7Wonders.

Sebaliknya, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2007-2008 ke Indonesia ternyata lebih tinggi daripada enam negara pemenang New7Wonders 2007. Alih-alih mendapatkan penghargaan, Budpar justru mendapatkan kecaman karena memutuskan hubungan dengan New7Wonders!

Fakta lagi! Ternyata ya, beberapa pihak dari negara lain juga ada yang melakukan protes mengenai voting ini lho. Sebut saja kawan-kawan kita di Korea Selatan yang merasa terusik dengan adanya himbauan voting Jeju island untuk menjadi pemenang N7W di situs Justice4Jeju7 dan No7Wonders. Kemudian ada juga teman-teman dari Vietnam yang membuat tulisan di forum scam New7Wonders. Selain itu, Kanada juga concern mengenai kontroversi N7W ini yang dikemukakan oleh Red Hunt Travel. Dan kita masih bisa menemukan lebih banyak artikel mengenai “new 7 wonders scam” dengan bantuan Mbah Gugel.

Jadi, dengan demikian, apakah nasionalisme kita terlalu murah harganya jika akhirnya dimanfaatkan oleh Bernard Weber untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya? Mari kita telaah lagi, yah ga perlu terlalu serius sih, masih banyak kerjaan yang lain ya?😀 Well, the decission is yours, I just want to share you something I just read. Sure, at first it makes me terribly shocked!😦

** Untuk menyimak artikel acuan saya lebih lanjut, silakan kunjungi http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/ and pictures was taken from www.new7wonders.com ^_^

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on October 31, 2011, in News. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Hahaha! Bener bgt! dari awal aku smpt aneh sm New7Wonders..yg ternyata adalah lembaga swasta pengeruk proft semata! Syukurlah aku blm ikut2an vote ke 9818. Idih kita dibodohin kok mau aja ya!

    • saya malah uda sempet vote, kaget juga waktu baca artikel2 yg menyebutkan bahwa voting ini justru mungkin merugikan negara dgn mengurangi devisa.😦

  2. saya sangat setuju dengan opini anda, voting komodo hanyalah pembodohan publik.

  3. woww…baru tauu Din…
    tp logis jg yaa…untung baru sekali sms deh aq..🙂

    thanks for the info.. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: