Aturan Baru BI : Batas Kepemilikan Kartu Kredit

Berikut ini adalah berita menarik yang saya salin dari Kontan mengenai aturan baru yang ketat untuk kartu kredit.

Anda yang memiliki kartu kredit lebih dari dua penerbit sebaiknya siap-siap dengan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan menerbitkan penyempurnaan PBI Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Apalagi kalau gaji Anda kurang dari Rp 10 juta. Sebelum 1 Januari 2013, Anda yang berpenghasilan di bawah Rp 10 juta diharap melaporkan dan dipersilakan memilih kartu dari penerbit mana yang tetap ingin dipegang. Dengan catatan, harus menyelesaikan cicilan dari kartu yang bakal ditutup tersebut.

“Hak pemegang kartu mau memilih ke bank A atau ke bank B. Kalau ada yang berselisih (dispute) BI jadi penengah,” jelas Ronald Waas, Direktur Direktorat Sistem Pembayaran dan Akuntansi BI.

Hal tersebut seturut dengan salah satu pokok yang diatur dalam PBI APMK terbaru. Disebutkan, calon pemegang kartu dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta dikenakan pembatasan plafon dan pembatasan perolehan kartu kredit maksimum dari dua penerbit.

Dari setiap penerbit, seseorang bisa saja mengantongi dua jenis kartu. Adapun maksimal plafon kredit adalah 3x pendapatan per bulan dan berlaku untuk total kartu yang dimiliki. Artinya, seseorang dengan gaji Rp 4 juta, jika memiliki 4 kartu ataupun 1 kartu, plafonnya sama yakni Rp 12 juta.

Sementara itu, bagi mereka yang bergaji di bawah Rp 3 juta tapi saat ini sudah tercatat sebagai pemegang kartu kredit, sebelum aturan berlaku harus mengembalikan kartu kredit tersebut. PBI APMK membatasi calon pemegang kartu kredit harus berpendapatan minimal Rp 3 juta.

Menanggapi keputusan BI tersebut, saya merasa rancu, apakah itu merupakan aturan yang sifatnya mengikat atau sekedar himbauan? Bagaimana jika pemegang kartu tidak melapor hingga batas waktu yang ditetapkan tersebut? Berdasarkan informasi tambahan yang saya dapatkan, jika pemegang kartu kredit lebih dari 2 tidak melapor, maka akan ditutup semua kartu kreditnya. Jadi, lapornya kemana ya? Kemudian apakah aturan ini berlaku untuk pemegang kartu tambahan (supplement)? Jika kita memiliki 2 kartu utama dan 1 kartu tambahan, apakah diharuskan menutup salah satu juga? Bagaimana mekanisme pelaporannya? Kalau terjadi perselisihan antar penerbit, bagaimana BI menjembataninya?

Sedangkan untuk peraturan plafon kartu kredit tersebut saya cukup setuju. Dengan demikian akan mengurangi jumlah kredit macet, terutama kredit konsumtif seperti kartu kredit ini.

Tambahan lagi datang dari detik.com mengenai beberapa peraturan baru BI tentang kartu kredit yang akan mulai berlaku 2013 nanti :

  • Batas umur: Minimal 21 tahun/minimal 18 tahun bila sudah menikah (Berlaku 1 Januari 2013)
  • Batas gaji nasabah: Minimal Rp 3 juta (Belaku 1 Januari 2013)
  • Batas bunga: 3% perbulan (Berlaku 1 Januari 2013)
  • Plafon pinjaman: 3 kali gaji (berlaku 1 Januari 2013)
  • Kartu tambahan: Umur minimal 17 tahun atau sebelum 17 tahun tapi sudah menikah
  • Waktu penagihan: Diatur cara penagihan dan jadwal penagihan.
  • Penggunaan pin: minimal 6 digit (berlaku 1 Januari 2015)
  • Batas kepemilikan kartu: Gaji di bawah Rp 10 juta maksimal 2 penerbit. Di atas Rp 10 juta tergantung penilaian bank.

Dari poin di atas, saya menyoroti tentang bunga yang ditetapkan BI tidak boleh lebih dari 3%. Memang sejauh ini, termasuk 2 kartu kredit yang saya miliki menerapkan bunga di atas 3%. Aturan ini tentu merupakan kabar baik ya? Namun tentunya saya tetap menyarankan agar tagihan kartu kredit Anda lunas setiap bulan. Jadi bagaimana praktiknya? Mari kita lihat saja, semoga menjadi angin segar dalam dunia kredit konsumer, baik bagi bank maupun nasabah. Your money, your life, you decide!🙂

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on November 14, 2011, in News. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. CC niaga aja udh ada 2…😀
    Mastercard classic sm platinum visa…
    Lah nanti yg bank2 lain dibuangin kmana donk?😀

    • Pradini Puspitaningayu

      nah itu dia, sayang ya, ga bisa ngejar promo dari berbagai jenis CC😀
      trus kalo supplement gitu gimana ya? kudu dilaporin n ditutup juga ga ya?
      masih geje nih aturannya >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: