Kuliner-an di Semarang yuk?

Semarang, rumah yang paling nyaman bagi saya. Kotanya tak terlalu besar seperti Surabaya, jalannya jarang macet juga, dan istimewanya disini juga banyak makanan-makanan yang uenak dan cuma ada di kota atlas ini. Darah Semarang asli yang diturunkan oleh ayah saya membuat lidah ini cocok dengan hampir semua masakan khas Semarang. Yuk deh mulai dibahas, biar bisa ngiler2 kalian😀

  • Nasi Ayam

Nasi ayam adalah kuliner unik yang pasti semua orang Semarang sudah tau. Nasi putih disajikan dengan telur pindang, suwiran daging ayam, sambel goreng rambak, dan disiram kuah opor. Rasanya cenderung manis, khas masakan Jawa Tengah, porsinya cukup untuk sarapan. Banyak ditemukan di daerah Simpang 5, tapi rekomendasi saya yang paling enak adalah di daerah belakang kantor Sekda Jateng atau di depan Plasa Simpang 5 (Matahari).

  • Soto Ayam Pak Banjar

Nah, ini adalah soto kesukaan saya kalau di Semarang. Umumnya orang pada kenalnya Soto Bangkong ya, yang memang sudah punya cabang di beberapa kota seperti Jakarta dan Surabaya. Tapi soto Pak Banjar ini ga kalah enak, harganya pun jauh lebih murah, yang antri juga bejubel deh. Khasnya soto ayam di daerah Semarang ini adalah penyajiannya yang menggunakan mangkuk kecil, porsinya sedikit jika dibandingkan soto ayam Lamongan. Di meja makannya juga selalu tersaji aneka sate, mulai dari sate daging ayam, usus, jerohan, kulit, hingga sate telor puyuh. Selain itu berbagai gorengan seperti tahu, tempe, dan perkedel juga disajikan sebagai pelengkap.

  • Babat Gongso / Nasi Goreng Babat

Babat gongso? Pernah denger ga? Bagi yang belum pernah denger apalagi ngerasain, pasti yang kebayang aneh, bahkan arti “gongso” aja belum tau😀. Jadi ini ceritanya babat (lambung sapi), kadang ditambah dengan iso (usus) yang ditumis dengan bumbu pedas yang menggugah selera. Menurut saya yang paling enak ada di dekat Stadion Diponegoro, depan kantor Badan Kepegawaian Daerah. Bagi yang ga doyan jerohan, bisa juga kok diganti dengan ayam. Ayam gongsonya pun ga kalah enak! Nah sebagai alternatif, ada juga yang enak di dekat Kali Mberok, warung Pak Karmin namanya. Biasanya warung yang menjual babat gongso juga menyajikan nasi goreng babat yang jelas ga kalah enaknya! Kalau di voting makanan Semarang paling enak saya akan menominasikan dua makanan ini sebagai yang teratas!😀

  • Sate Kambing Halmahera

Sate kambing mungkin dimana-mana udah biasa ya? Cuman buat temen-temen dari Jawa Timur (kecuali Tulungagung) mungkin terbiasanya sama sate kambing dengan bumbu kacang, nah yang ini pake bumbu kecap. Letaknya di Jl. Halmahera, warung tenda gitu di depan Indomaret. Aneka masakan kambing di warung ini bener-bener enak, daging kambingnya muda dan empuk. Selain sate, ada juga gule dan tongseng. Selain di Halmahera, ada juga yang lebih terkenal yaitu Sate Kambing Pak Amat di Jl Thamrin. Harga lebih mahal sih, tapi sepertinya rasanya sama enaknya, mungkin karena lokasinya lebih strategis di Thamrin ya.

  • Steak Bentuman

Pengen makan steak di Semarang? Jawabannya jelas Bentuman! Ini bukan tipe-tipe budget steak kaya Waroeng Steak sih, tapi disini beneran steak deh. Harganya cukup mahal kalau dibandingkan dengan restoran/warung steak yang ada di Semarang, tapi kalo bandingannya sama resto steak di Jakarta sih masih imbang atau bahkan lebih murah. Menu yang disajikan sih standart resto steak, Prime Sirloin, Tenderloin, Mediteranian Ribs, dll. Kualitas daging disini cukup baik, cita rasanya tidak terlalu western menurut saya, masih berasa jawanya. Lokasinya ada di daerah Jl Taman Bringin, belakang hotel Novotel Pemuda/Tendean.

  • Lumpia

Kalo yang ini pasti semua uda pada ga asing ya, jelas uda terkenal di seantero Indonesia kalau lumpia adalah makanan khas Semarang. Dimana yang enak? Menurut saya sih banyak yang enak. Di Jl Pandanaran, pusat oleh-oleh khas Semarang juga tersedia berbagai pilihan merk lumpia. Rasanya yang paling terkenal adalah Loenpia Mbak Lien yang ada di Jl Pemuda, seberang Sri Ratu. Selain itu, favorit saya yang lain adalah lumpia buatan toko roti Linda, baik yang di Kampung Kali maupun di Pandanaran.

  • Pisang Plenet Sri Ratu

Namanya aneh ya? “Plenet” dalam bahasa jawa artinya, hmmm, apa ya? Bingung juga jelasinnya😀. Pokoknya pisang ini dibakar di arang, yang sebelumnya dijepit dengan dua papan kayu berbentuk bundar hingga pipih. Jadi mungkin “plenet” = “penyet” kali ya? Umumnya pisang yang digunakan adalah pisang kepok yang teksturnya sedikit keras tapi manis matang pohon. Setelah dibakar, pisang dilumuri dengan margarin, selai nanas dan gula. Aromanya harum, dan ketika sampai dimulut pas banget dengan asam-manis dari selai nanas tersebut. Satu-satunya yang pernah saya coba adalah di depan pujasera Sri Ratu Pemuda.

  • Bakso Do’a Ibu

Orang bilang kalau sudah pernah tinggal di Malang, ga ada bakso enak selain di Malang. Buat saya pendapat itu bisa benar, bisa juga salah. Memang susah mencari bakso yang seenak di Malang, tapi hal itu patah ketika saya pulang ke Semarang dan jajan ke Bakso Do’a Ibu yang di perempatan Sompok. Sejak pertama kali mencicipi bakso ini ketika SMA, saya sudah jatuh cinta, meskipun sempat “selingkuh” dengan bakso Gun yang di Malang😀. Pada dasarnya bakso Malang itu beda dengan bakso di Semarang. Kalau di Malang terdapat aneka varian bakso/pangsit baik rebus maupun goreng, bakso di Semarang (dan sebagian besar bakso di JaTeng) lebih “sepi” karena paling-paling hanya ada “pentol” bakso, tahu, dan mie.

  • Mie Djowo Doel Numani

Warung yang satu ini letaknya deket banget sama SMA saya di Jl Pemuda. Menyajikan berbagai jenis mie dan nasi goreng dengan cara masak yang unik yaitu menggunakan tungku arang. Penyajiannya biasanya juga dilengkapi dengan aneka sate daging ayam, kulit, atau jerohan. Warung ini hampir setiap hari selalu dipenuhi pengunjung. Buka mulai jam 6 sore hingga habis di depan TIC (Tourist Information Center) dan di sebelah SMA 3 Semarang.

  • Ayam Goreng Kampung Kali

Letaknya di daerah Kampung Kali, tepatnya Jl D.I. Pandjaitan. Tempat makan dengan konsep resto ini menyediakan pilihan ayam goreng, bakar, udang, dan beberapa jenis ikan. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung yang dagingnya bener2 empuk. Bumbunya merasuk, kremesan gurih dan sambalnya pun sedap. Harga bisa dibilang relatif mahal sih, tapi rasa dan kenyamanan tempat makan juga sepadan. Eh, tapi kalo lagi kantong rada cekak nih, alternatif ayam goreng yang enak juga ada di daerah Tlogosari, namanya Ayam Goreng Rasa Sama. Ayam yang digunakan juga ayam kampung, empuk dan tidak kalah enak dengan Kampung Kali. Warungnya terletak di deretan ruko-ruko di perumahan Tlogosari, kecil sih, jadi kalo pas rame ya lumayan ribet duduknya😀.

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on March 26, 2012, in Lifestyle. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Duh…
    Jadi kangen zaman kuliah ik…

  2. luar biasa Rumah makannya semoga laris manis, banjir order, tambah ramai, dan bisa terkenal di seluruh Indonesia, salam sukses dari http://tissuerollmurah.blogdetik.com menyediakan segala kebutuhan tissue untuk bisnis anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: