Pajak Investasi dan Tabungan

“Konon katanya, di dunia ini hanya ada 2 hal yang pasti. Yang pertama adalah mati, dan yang kedua adalah pajak!”

Quote di atas pertama kali saya baca dari tulisan M. Andoko dalam buku yang saya dapat dari IFP Expo hari Sabtu lalu. Perkara pajak selalu bikin nyinyir ya bo’😀. Emang bener sih, sekarang apa coba yang ga dikenain pajak? Penghasilan jelas kena pajak, makan kena pajak, pasang iklan kena pajak, jual-beli rumah kena pajak, apaaa aja kena di-pajak-in deh.

Pajak sendiri tentunya merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah untuk menggerakkan roda kepemerintahan. Dan Indonesia saat ini merupakan negara yang sangat bergantung pada pajak untuk APBN dengan nilai +/- Rp 1032,6 Triliun (gila nol-nya 12 cuy). Nah, jadi ga heran dong kalo kita ngerasa pemerintah lihai banget kalo cari-cari celah buat nge-pajak-in apa aja😀.

Nah, sebagai warga negara kita mau ga mau pasti kena dong ya, namanya juga bayar pajak wajib *sigh*. Tapi kayanya bisa deh kalo kita coba telusuri beberapa objek yang sampai saat ini masih bebas pajak.  Sebagai contoh, claim asuransi jiwa yang diberikan kepada ahli waris atas meninggalnya subjek tertanggung adalah objek bebas pajak. Selain itu ada juga emas, barang berharga, dan deposito (meskipun bunga depositonya kena pajak) juga merupakan objek bebas pajak. Sedangkan warisan dalam bentuk seperti rumah dan tanah akan dikenakan Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan saat pengalihan nama kepemilikan.

Dalam perencanaan pajak individu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya pajak atas investasi dan tabungan. Jika kita hanya menempatkan uang kita pada produk investasi/tabungan dengan pajak cukup tinggi, tentu saja nilai uang kita akan terus tergerus pajak. Yuk kita tilik beberapa jenis pajak untuk investasi/tabungan :

  • Bunga tabungan dan Deposito

Tarif pajak yang dikenakan terhadap penghasilan dari bunga tabungan dan deposito adalah 20% dan bersifat final. Angkanya lumayan fantastis ya? Jadi gimana? Pikir-pikir ga buat terus nimbun uang di tabungan/deposito doang?😀

  • Transaksi saham

Dikenakan tarif pajak sebesar 0.1% dari total nilai transaksi penjualan saham untuk saham yang sudah go public (terbuka) dan bersifat final sementara. Untuk penjualan saham yang belum go public dikenakan pajak progresif.

Dari angkanya tergolong kecil untuk transaksi saham ini, itulah mengapa pasar modal di Indonesia ini prospeknya cukup bagus, selain karena negara kita pertumbuhannya bagus, pajak untuk transaksi saham pun relatif ringan.

  • Dividen

Dividen yang dibayarkan ke perorangan (wajib pajak dalam negeri) dikenakan PPh pasal 4 ayat 2 sebersar 10% dan bersifat final. Dividen ini merupakan penghasilan yang kita dapat dari nilai penanaman  modal (saham) yang kita miliki atas perusahaan tertentu yang dibayarkan secara reguler baik itu bulanan atau tahunan.

  • Obligasi

Untuk penghasilan yang didapat dari bunga maupun kupon obligasi akan dikenakan pajak yang bersifat final. Obligasi dibedakan menjadi 2 macam yaitu obligasi dengan kupon dan tanpa kupon. Atas diskonto atau bunga dari obligasi dikenakan tarif PPh sebagai berikut :

  • 15% dari jumlah bruto bagi WPDN dan BUT (Bentuk Usaha Tetap) dan 20% bagi WPLN dan non-BUT.
  • 5% untuk tahun 2011-2013 dan 15% untuk tahun 2014 dan seterusnya bagi wajib pajak reksadana.
  • Reksadana
  1. Keuntungan yang diterima dari pemegang saham (reksadana tertutup) dari penjualan saham dikenakan PPh final sebesar 0.1% karena dijual di bursa dan tidak dikenakan tambahan PPh atas saham pendiri (0.5%)
  2. Bagian laba termasuk pelunasan redemption unit penyertaan yang diterima pemegang unit RD yang berbentuk KIK bukan merupakan objek pajak penghasilan.

Pada umumnya, pemegang reksadana kebanyakan masuk dalam kategori poin 2. Dengan memiliki saham “patungan”, hasil yang kita peroleh dari pertambahan nilai tersebut tidak termasuk objek kena pajak. Enak dong ya investasi di RD? Ayo ga usah pake takut lagi!🙂

  • Unit Link

Pembayaran akibat penutupan asuransi yang mengandung unsur tabungan/investasi, apabila pembayaran manfaat tabungan dilakukan dalam masa >= 3 tahun, maka selisih antara manfaat tabungan yang diterima dengan premi yang telah dibayar, diperlakukan sama dengan PPh atas bunga deposito yaitu 20% dari bruto.

UL ini sering kali menjebak loh, dikiranya sering kali keren, bisa terproteksi sekaligus investasi. Parahnya, banyak orang yang salah menilai bahwa investasinya pun juga terproteksi *sigh*. Selain itu ternyata pajaknya lumayan gede gitu, ga heran pertumbuhan nilai investasi UL sering kali dinilai lambat.

  • Polis asuransi

Klaim atas polis asuransi berupa uang pertanggungan sesuai dengan UU Pajak Penghasilan sampai saat ini masih tergolong sebagai objek tidak kena pajak. Yuk deh yang belum punya asuransi, buruan cari yang sesuai profil diri dan keluarga. Gunanya untuk proteksi ya, jangan sampai ntar anak-anak pada ngedoain ortunya cepet mati biar dapet UP asuransi *mintaditendangkeneraka*😀

  • Tanah dan bangunan

Atas penjualan tanah dan bangunan, akan dikenakan PPh final sebesar 5%. Nah, setahu saya, 5% ini berlaku untuk penjual dan pembeli. Jadi kalau situ jual, dari nilai jual trus dipertimbangkan dengan nilai tidak kena pajak (tergantung daerah masing-masing) akan dikenakan 5%. Kalau situ yang beli, juga akan diterapkan hal yang sama. Jadi sebenernya totalnya 10% bo’. Tapi ya namanya rumah/tanah kan pasti nilainya ga kecil ya, berarti pajaknya juga mayan nyesek.😀

Jadi gimana? Udah tau kan pajak-pajak untuk investasi dan tabungan? Yuk kita pilih-pilih produk apa yang sesuai dengan profil ekonomi dan tujuan kita masing-masing, dan tentunya dengan mempertimbangkan pajak yang akan dipotong dari uang kita. So, kita tetep jadi warga negara yang baik kok dengan taat pajak, cuman lebih lihai aja sih.😀

Bonus Pict *LoL*

Reference :

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on April 2, 2012, in Finance and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. masalahnya klo pajaknya itu yg motong bukan diri sendiri sih rasanya biasa aja, seperti yg dijelaskan mbak tadi invest reksadana otomatis sudh dipotong pajaknya.
    tp klo yg motong pajaknya diri sendiri duh rasanya kok berat ya pas terima duit proyekan harus bayar PPh yg besarnya 2%, mendingan buat infaq deh😀

    • Pradini Puspitaningayu

      bayar pajak gimana2 udah wajib gan, katanya kalo ga pengen bayar pajak hidup di antartika aja :p
      yg paling bikin nyesek korupsi pajak di negara kita jg makin ga tau diri😦

      • bener juga mbak emang wajib bayar pajak. tapi paling banyak bocornya emang dari penyerapan apbn korupsi proyek2 pemerintah, yang dananya notabene dari pajak.
        oiya salam kenal🙂

      • Pradini Puspitaningayu

        yaudah, kita rakyat biasa cuma bisa berdoa semoga kita selalu dilindungi dari harta yang bukan hak dan pasti Yang Maha Adil tahu bagaimana baiknya bagi para penguasa lalim *ceileeehh*… salam kenal juga, thank’s for reading my humble blog🙂

  2. heleh,
    pajak deposito ternyata besar luar biasa ya?
    baru tahu, tahunya bunganya aja yang gede, eh ternyata pajeknya gede pula, hiiiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: