Jakarta dan Ranjau Paku

Pada awalnya saya berniat menulis artikel ini dengan bahasa inggris seperti biasanya. Namun kemudian saya berpikir ulang, lebih baik mempersempit peluang orang asing tau hal yang satu ini, karena ini bisa dibilang aib. Aib yang selama ini cuma saya dengar dari TVOon, Metro Mini, atau Reportashit.

Berawal dari saya yang kemarin jalan-jalan ke Jakarta, tepatnya Grand Indonesia Shopping Town, mall super gede yang terletak di daerah Bundaran HI. Saya dan dua orang teman saya pulang dari GI kira-kira jam 9 malam, lewat daerah Kebon Kacang (masih deket banget sama GI). Tiba-tiba saya yang saat itu di belakang kemudi merasakan hal yang aneh, yaitu ban terasa gronjal-gronjal. Lalu saya berhenti, dan 2 teman saya turun dari mobil untuk mengecek masing-masing ban. Singkat kata, ternyata ban depan kiri disinyalir terkena paku.

Daripada berhenti di jalan trus ada hal-hal yang tidak diinginkan, kami memutuskan untuk tetap jalan pelan-pelan sampai ada pom bensin yang ada tambal ban tubless-nya. Alhamdulillah setelah jalan +/- 1km, kami ketemu tuh pom bensin. Setelah diperiksa, ternyata bukan cuma paku yang menancap ke ban, tapi baut yang ujungnya diruncingkan! Serem gak tuh? Gila aja, mereka sempet dong ngeruncingin baut gitu?! *ga habis pikir*

Akhirnya, setelah beres nambal ban, kami pulang. Di dalam mobil rasanya masih heran aja tentang isu “ranjau paku”. Ya, Jakarta emang kejam. Bahkan relawan-relawan yang “menyapu” jalanan dengan magnet itu katanya sering diancam atau diteror oleh penebar paku tersebut. Selain itu, model paku yang disebar juga macem-macem. Mulai paku biasa, paku yang dibengkokkan, paku yang dibakar, bahkan yang parah itu paku yang tengahnya dilubangi. Kebayang ga? Jadi paku dengan diameter sekecil itu, masih bisa dilubangi tengahnya. Tujuannya? Sadis! Biar angin dari ban makin cepet abisnya! Selain itu ya ada metode seperti yang saya alami, yaitu menggunakan baut yang ujungnya diruncingkan. Ga kebayang deh kalo korbannya motor, pasti langsung meledak itu ban luar-dalem.šŸ˜¦

Baiklah, demikian pengalaman saya terkena kejamnya Jakarta dan ranjau paku-nya. Kalo temen-temen lagi apes dan ngalamin hal kaya gini, saran pertama tentu jangan panik. Cari tempat yang terang dan jangan berhenti di tempat. Jika berhenti, kemungkinan kamu akan didatangi sejumlah orang yang sok mau ngebantu, tapi yang ada malah dikenai tarif mencekik. Itu masih mending, worst case-nya adalah perampokan! Untung saat itu saya ga sendirian, ada temen yang masih bisa bantu saya berpikir jernih dan ngerasa malu kalo nangis. :p Semoga para penebar paku itu diberi hidayah deh ya, cari rizki yang halal biar berkah.šŸ™‚

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on May 14, 2012, in Personal and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: