Hukum Bekerja Pada Perusahaan Finance

Beberapa bulan lalu, mungkin ada yang merasa hubungannya dengan saya meregang karena statemen saya terhadap sahabat saya yang melewatkan kesempatan bekerja di sebuah Bank BUMN ternama. Saat itu saya yang membalas tweet teman saya yang baru saja menolak penawaran kerja tersebut dengan kalimat yang kurang lebih “Ngga apa2, insyaAllah masih banyak pekerjaan yang jauh lebih halal dan berkah.”. Teman2 lain yang membaca ada beberapa yang me-retweet dan bernada setuju dengan statement saya. Namun ternyata, menurut informasi sahabat saya itu, ada sebagian dari mereka yang tidak setuju, dan melontarkan tweet-tweet bernada sinis *untung saya ga follow*ūüėÄ

Saya dulu juga pernah kok daftar ke Bank (tapi ga jadi karena diterima di Samsung duluan :p), dan saya juga nasabah bank konvensional yang berbasis ribawi. Saya mungkin juga ga berani sok suci. Tapi saya boleh dong berubah dan bertambah pengetahuan?ūüôā Ok, straight to the point deh ya. Berikut ini saya kutip dari majalah Rumah Lentera dari Rumah Zakat edisi Juni 2012 yang cukup jelas untuk dijadikan rujukan tentang hukum bekerja pada perusahaan finansial.

Assalamu‚Äėalaikum Ustadz, saya mau tanya
bagaimana hukumnya bekerja di perusahaan
finance seperti adira, dll.
Anisa, Jakarta

Sobat Anisa yang dimuliakan Allah SWT, para ulama berpendapat bahwa bekerja pada perusahaan yang melakukan transaksi ribawi seperti bank konvensional dan perusahaan-perusahaan keuangan lainnya dilarang (lihat pendapat: Syaikh bin Baz dalam Kitab Dakwah (1/142-143), Syaikh Muhammad bin al-Utsaimin dari fatwa-fatwanya yang dikumpulkan oleh Asyraf bin Abdul Maqshud (2/307), Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu
dan Fatwa (15/51)), karena bekerja di tempat itu termasuk tolong menolong di atas dosa dan pelanggaran, dan Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan
dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah,¬†sesungguhnya Allah amat berat siksaNya‚ÄĚ (QS. al-Maidah: 2).

Dan sudah jelas bahwa riba termasuk dosa besar maka tidak boleh tolong menolong bersama pelakunya. Dan diriwayatkan dalam hadits shahih dari Rasulullah SAW bahwa beliau mengutuk orang yang memakan riba, yang memberikannya, penulisnya, dan kedua
saksinya dan beliau bersabda: ‚ÄėMereka adalah sama‚ÄĚ (HR. Muslim).

Meskipun demikian Dr.Yusuf Al-Qaradawi dalam fatwa-fatwa kontemporernya ketika¬†membahas masalah hukum bekerja di¬†bank konvensional beliau mengatakan¬†dengan pertimbangan bahwa tidak semua¬†bentuk transaksi pada bank konvensional¬†itu haram, maka tidak mengapalah¬†seorang muslim menerima pekerjaan¬†tersebut –meskipun hatinya tidak rela–¬†dengan harapan tata perekonomian akan¬†mengalami perubahan menuju kondisi¬†yang diridhai agama. Memang benar¬†bahwa riba itu haram dan ulama telah¬†sepakat bahwa bunga bank adalah riba¬†yang diharamkan.

Ayat dan hadits tentang itu sudah cukup banyak dan semua sepakat tentang hal itu. Namun, yang kita butuhkan adalah sebuah proses. Dalam hal ini Islam tidak melarang umatnya untuk melakukan perubahan secara bertahap dalam memecahkan setiap permasalahan yang pelik. Cara ini pernah ditempuh Islam ketika mulai mengharamkan khamar, dan lainnya.

Dalam hal ini yang terpenting adalah tekad dan kemauan bersama, apabila tekad itu telah bulat maka jalan pun akan terbuka lebar. Setiap muslim yang mempunyai kepedulian akan hal ini hendaklah bekerja dengan hatinya, lisannya, dan segenap kemampuannya melalui berbagai wasilah (sarana) yang tepat untuk mengembangkan sistem perekonomian yang sesuai dengan ajaran Islam.

Di sisi lain, Islam melarang seseorang melupakan kebutuhan hidup yang oleh para fuqaha diistilahkan telah mencapai tingkatan darurat. Kondisi inilah yang mengharuskan seseorang untuk menerima pekerjaan tersebut sebagai sarana mencari penghidupan dan rezeki, sebagaimana firman Allah SWT: ‚Äú…Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.‚ÄĚ (Al Baqarah: 173}.

Memang sebaiknya Sobat yang budiman, bila di depan mata ada lowongan pekerjaan lain yang halal dan pasti, maka wajiblah baginya untuk berhenti dari bank konvensional atau perusahaan keuangan lainnya yang mempraktekkan transaksi ribawi. Tapi bila setelah berhenti, keluarganya malah terlantar, tentu ini adalah madharat. Begitu juga dengan ikut menyukseskan perusahaan ribawi adalah madharat. Dalam konteks ada dua madharat yang sama sekali tidak bisa dihindarkan, maka kita diminta untuk memilih yang madharatnya lebih kecil.

Oleh : 

Kardita Kintabuwana, Lc, MA,
Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat yang merupakan lulusanJami’ah Al Islamiyah Madinah (Lc.) dan Universitas Islam Antar Bangsa
Malaysia (MA) ini kini tengah mengambil program Doktor Ekonomi Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Oke, jadi gitu ya teman-teman, apa yang saya bilang mungkin ga ada yang salah, tapi mungkin hanya cara penyampaiannya yang kurang disertai dasar2 kuat dan efek 140 karakter Twitter yang jelas membatasi itulah yang memicu salah paham. Yuk sama-sama belajar jadi muslimin/muslimah yang lebih baik. Semoga lain waktu saya bisa membahas bagaimana cara memperlakukan bunga yang kita dapat dari bank konvensional, agar kita lebih bersih dari riba dan harta lebih berkah, Insya Allah.ūüôā

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on June 28, 2012, in Finance, Knowledge. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. assalamu’aliakum ustadz , saya mau tanya nih
    apa hukumnya kalo orang tersebut bekerja di bank dengan sistem penggadaian . contohnya pegadaian BPKB , dan pembayarannya dengan jangka waktu dan adanya denda saat jatuh tempo . apakah haran juga hukumnya ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: