Hypocrite Parenting

Beberapa hari yang lalu ada seorang teman tiba-tiba menanyakan, “Diniii, kamu kenal ya sama dr.M?”. Ternyata teman saya itu abis nge-kepo-in following saya di Twitter (@pradinipus). Nah dr.M yang ditanyain itu adalah yaa bisa dibilang seleb lah ya, dy seorang dokter yang sekarang sedang PPDS anak di salah satu universitas di Surabaya. Selain itu dia juga merupakan blogger yang sangat aktif dan artikel-artikelnya selalu menarik dan ditambah lagi dia sudah dua kali menulis buku parenting. Paket lengkap pula, dia juga seorang radio announcer.

Saya pribadi sudah lama mengagumi dr.M ini, karena saya pikir dia orang yang luar biasa banget, anaknya lucu, lincah, dan pinter. Di setiap artikelnya tentang gadis kecilnya ini, selalu terpajang foto-foto manis yang ceria. Namun, teman saya ini ternyata adalah tetangga depan rumah persis! Ih, padahal dulu saya seriiiiing banget maen ke rumahnya pas kuliah S2 ini. Dia cerita kalo dr.M kalo sama anaknya bener-bener ngga care. Anaknya diasuh mulu sama suster. Awalnya saya pikir wajar, karena memang PPDS itu berat dan kalo uda giliran jaga memang bisa ngga pulang. Tapi temen saya ini semangat banget lanjutin cerita, dia bilang gadis kecilnya ini selalu tidur sama susternya, bahkan pernah suatu kali gadis kecil lagi rewel malem, lalu dr.M marah-marah ke suster suruh urusin anaknya biar diem. Dan kalau susternya mudik, anaknya jadi kurus kering ga keurus. Yaaahh, intinya gitu deh, masi banyak hal-hal broken-hearted lainnya yang ga enak kalo makin dipanjangin. Jadi bertolak belakang sama semua artikel-artikel manisnya di dunia maya. Yah, hanya dunia maya.

http://themasseyspot.blogspot.com/2013/07/parenting-surprises-giveaway.html

http://themasseyspot.blogspot.com/2013/07/parenting-surprises-giveaway.html

Terlepas dari ini nyata atau tidak. Saya sama sekali tidak bermaksud jelek. Bagaimanapun dunia maya (internet) memang banyak mengubah manusia. Bermanis-manis di blog atau social media, padahal personality sebenernya beda jauh. Sok parenting expert padahal anak di rumah ditelantarkan. Saya tidak memandang negatif para ibu yang menggunakan jasa baby sitter/pengasuh karena ibu bekerja juga merupakan pahlawan-pahlawan penggerak dunia kerja, dan sentuhan perempuan di berbagai bidang terbukti dapat memberikan kontribusi positif. Namun, ada konsekuensi besar, dimana kaum perempuan tidak boleh meninggalkan kewajiban utamanya yaitu menjadi ibu rumah tangga. Bekerja atau tidak bekerja, wanita yang sudah menikah secara otomatis menyandang gelar tersebut (meskipun dulu gw juga ga terima sih dilang IRT padahal gw kan kerja :P). Kewajiban seorang wanita kemudian bertambah berat ketika hadir anak dalam keluarga, kata Rasul SAW, ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anak. Beraaaat banget! Bagaimana ibu mengasuh dan memperlakukan anak adalah fondasi dasar bagaimana kepribadian terbentuk.

Saya sendiri tentu jauuuh dari sempurna. Saya dan suami juga ingin memperbaiki apa-apa yang mungkin terlewat dari pendidikan orang tua kami. Namun sayangnya namanya manusia tentu ga luput dari khilaf, misal kalo Ai lagi susaaah banget makan, saya jadi senewen luaarr biasa, kalo kata orang jawa “metu sungute”. Tapi saya selalu minta maaf ke Ai tiap kali saya kelepasan, saya peluk dia lagi, saya timang-timang, dan bila perlu saya beri obat mujarab yaitu “nenen”šŸ˜€. Saya ga pinter tentang ilmu parenting, apalagi sampe kepikiran nulis buku. Tapi saya suka baca buku-buku parenting, dari yang lokal sampe yang impor, karangan dokter sampe ustadz. Saya ingin sebanyak-banyaknya menggali tentang dunia anak, agar setiap harinya saya bisa memperbaiki diri. Menjadi pribadi yang lebih sabar dan telaten. Di dunia ini, tidak ada yang lebih kompeten dalam mengasuh dan mendidik anak selain orang tuanya sendiri. Jika kita perluĀ menggunakan jasa pengasuh, berilah contoh bagaimanaĀ kita menyayangi anak, tunjukkan pengasuhan terbaik kita didepannya. Mengapa? Sebaik-baiknya pengasuh, itu hanyalah sebuah pekerjaan baginya. Dan dengan menunjukkan kasih sayang kita, pengasuh akan tahu betapa kita sangat mencintai anak kita, dan harapannya dia akan lebih memiliki tanggung jawab moral dalam mengasuh ketika kita tidak ada. Terlepas dari kenyataan sekarang banyak pengasuh yang kurang baik ya. Berilah contoh yang baik, berilah contoh yang baik. Karena jika kita tidak memberi contoh kasih sayang melimpah, besar kemungkinan pengasuh akan lebih menyepelekan tugasnya “Ah, orang tuanya sendiri aja ga peduli sama anaknya, ngapain aku susah-susah peduli”, lalu kemudian melakukan segala cara asalĀ tugasnya beres, misalnya nyuapin dengan cara paksa, mandiin anak padahal si anak lagi nangis kejer, sampe ada juga yang katanya kasi obat tidur supaya si anak tidur pules dan lain-lain.šŸ˜¦

Jadi, mari kita setiap hari terus dan terus memperluasĀ pengetahuan, jika gelas terasa penuh, maka kosongkanlah sebagian agar bisa menerima berbagai sudut pandang yang lain. Terus introspeksi diri, evaluasi dan tak henti memohon kepada Tuhan agar kita dan anak-anak selalu dibimbing-Nya, hingga keluarga kita dapat terus bersinergi menjadi keluarga yang dirindukan surga-Nya. Aamiin.

About dinipus

a big, big, big dreamer

Posted on April 17, 2014, in Personal. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Hmm, sepertinya aku juga follower si dr M ini mb… yang siaran juga itu kan? Hehhehe…. ya sudahlaaahh, harus diakui, memang “beraaaat” banget yak jadi ortu zaman sekarangšŸ™‚ salam kenal mba. saya juga emak2 domisili sby

    • Bukan masalah berat mba. Rasanya ngga segitunya sih. Cukup menyayangi anak sepenuh hati dan tulus, bukan pencitraan di blog aja pdhl kenyataan anaknya aja tidur ama baby sitter. Itu sih kesian anaknya, prihatinšŸ˜¦
      Salam kenal juga Mba, terima kasih sudah mampiršŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: